RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. JASA ASURANSI INDONESIA (JASINDO) BANDUNG
PT. jasa Asuransi indonesia OASINDOJ merupakan perusahaan yang bergerak dalam btsms asuranst kerugtan umum. Menyadap posisinya yang terancam dengan ditandai banyaknya perusahaan pesaing yang sejenis, maka PT. JASINDO membutuhkan suatu sistem manajemen strategi yang dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja perusahaan untuk memantau dan mengukur keberhasilan kinerjanya secara terus-menerus. Selama mt PT. JASINDO mengukur tingkat kinerjanya lebih menitikberatkan pada aspek finansial sehingga hanya menunjukkan pendapatan kinerja dalam Jangka pendek. Dalam pelaksanaan rencana dan strategi perusahaan, PT. JASINDO juga masih sulit mengkomunikasikannya kepada seluruh elemen perusahaan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara Visi . misi dan strategi dalam penerapannya. Oleh karena itu PT. JASINDO, membutuhkan suatu pengukuran kinerja yang komprehensif dengan menggunakan aspek finansial dan aspek non finansial dalam memantau kinerja perusahaannya, sena dapat menghasilkan format rencana dan strategi perusahaan, sehingga dapat dikomunikasikan kepada seluruh elemen perusahaan secara menyeluruh. Metode pengukuran kinerja yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di atas adalah metode Balanced Scorecard. Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu metode pengukuran kinerja perusahaan yang komprehensif, koheren, seimbang dan terukur dapat memantau kinerja perusahaan dalam perspektif-perspektif yang setmbang. Oleh karena itu, PT. JASINDO Bandung menerapkan BSC melalui pemahaman visi-misi dan strateginya yang dikaitkan dengan perspektif finansial , perspektif pelanggan (nasabah), perspektif proses btsms mtemal dan perspekttt pembelaJaran dan penumbuhan. Maka ourpm yang diperoleh dalam penemuan ini adalah berupa ukuran-ukuran strategis (indikator) yang menjadi alat ukur kinerja dalam mengevaluasi kinerja PT. JASINDO Bandung. Ukuran-ukuran strategis tersebut terbagi atas tiap perspektif. pada perspektif finansial menghasilkan indikator Hasil Underwriting EVA, ROI dan Operating Profit Margin. Perspektif Pelanggan (Nasabah) menghasilkan indikator Market Share, Akuisisi Pelanggan, Retensi Pelanggan, Profitabilitas pelanggan dan Kepuasan Pelanggan. Perspektif Proses Bisnis Internal menghasilkan indikator Tingkat Kualitas Produk dan Tingkat Kualitas Proses Operasi. denagkan yang terakhir pada perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan menghasilkan indikator yaitu Rasio ketersediaan Informasi Strategis, Indeks Kepuasan Karyawan, Revenue (Produktivitas) Karyawan, Rasio Kebutuhan Keahlian Strategis dan Program Good Corporate Governance (GCG). Indikator-indikator tersebut menjadi faktor-faktor yang saling terkait yang ditinjau dalam hubungan sebab akibat antara setiap perspektif yang ditujukan pada peta strategis. peta strategis berfungsi memberikan informasi yang menyeluruh tentang aktifitas-aktifitas JASINDO yang terukur kepada seluruh elemen perusahaan , melalui template indikator BSC. penyampaian informasi tersebut dapat menadji panduan bagi seluruh karyawan dengan tujuan mencapai keuntungan perusahaan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. JASA ASURANSI INDONESIA (JASINDO) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. JASA ASURANSI INDONESIA (JASINDO) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. JASA ASURANSI INDONESIA (JASINDO) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. JASA ASURANSI INDONESIA (JASINDO) BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2004.Text