// <![CDATA[MODEL OPTIMISASI PERAW ATAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA PENGENDALIAN KUALITAS]]> Fifi Herni M., ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Dr. Ir. Kusmaningrum, MT. Dosen Pembimbing 1 NORA VELIANTI / 13-2000-239 Penulis
Model optimisasi perawatan mesin telah diteliti dalam lingkup kajian yang sangat luas sebagai salah satu topik keandalan. Perawatan mesin ditujukan untuk jumlah produk cacat akibat deteriorasi mesin dan kesalahan proses produksi. Perawatan juga merupakan salah satu cara yang berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap usaha mempertahankan kinerja mesin, meningkatkan kualitas basil akhir suatu produk, dan penekanan biaya produksi. Tetapi perawatan yang berlebihan mengakibatkan adanya biaya-biaya yang tidak perlu. Dalam penelitian ini dikembangkan model optimisasi perawatan mesin dengan mempertimbangkan biaya pengendalian kualitas. Model dikembangkan menggunakan formulasi pemrograman dinamis dan kebijakan optimal diperoleh dengan meminimumkan total biaya keputusan dan biaya pengendalian kualitas selama perioda perencanaan terbatas. Biaya keputusan merupakan biaya yang terjadi akibat pengambilan keputusan di setiap titik inspeksi. Biaya pengendalian kualitas didefinisikan sebagai biaya inspeksi produk (biaya sampling), biaya melakukan pemulihan status produk dari kondisi out of control ke kondisi in control, dan biaya pencarian sistem penyebab status produk out of control (biaya searching). Solusi optimal yang diperoleh dinyatakan oleh dua hal yakni I) kebijakan optimal, yang merupakan rangkaian keputusan periodik terbaik dan 2) total biaya keputusan dan biaya pengendalian kualitas minimum, yang dihasilkan oleh kebijakan optimal tersebut. Analisis terhadap model yang dikembangkan menunjukkan karakteristik solusi optimal dan kepekaan terhadap sejumlah parameter model yaitu) laju kerusakan, biaya rework, biaya maintenance, dan biaya replacement. Berdasarkan analisis sensitivitas terhadap model menunjukkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Semakin tinggi laju kerusakan maka keputusan replacement akan sering terjadi atau dengan kata lain laju kerusakan yang rendah menyebabkan ekspektasi jumlah produk cacat yang kecil sehingga sehingga biaya untuk memperbaiki produk produk yang cacat tersebut juga menjadi kecil dibandingkan dengan biaya replacement. 2. Perubahan biaya rework tidak memberikan perubahan yang cukup berarti terhadap kebijakan yang terjadi.