// <![CDATA[MODEL OPTIMASI PERAWATAN PENCEGAHAN KERUSAKAN MESIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INSPEKSI MUTU]]> Fifi Herni Mustofa, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Dr.Ir. Kusmaningrum, M.T. Dosen Pembimbing 1 ERLIN SEPTIANI / 13-2000-242 Penulis
Salah satu cara merepresentasikan kinerja pencapaian dalam bidang perawatan adalah dalam bentuk efektifitas sistem yang dinyatakan oleh tiga buah faktor, yakni kinerja peralatan. , dan life cycle cost, di mana setiap faktor memiliki sejumlah subfaktor masingmasiog (Sherwin, 1993 dalam Soemadi 2004). Dalam penelitian ini faktor efektifitas sistem yang dipertimbangkan adalah kinerja mesin yang dapat dicapai dengan melakukan trade off antara kecepatan mesin dengan mutu produk yang dihasilkan. Kecepatan mesin diasumsikan lebih ditentukan oleh karakteristik teknik yang dikembangkan dalam perancangan mesin tersebut. Maka kinerja kecepatan mesin dalam penelitian ini akan diwakili oleh kinerja ketersediaannya dalam suatu horison perencanaan untuk menghasilkan produk. Terdapat tiga jumal yang melatarbelakangi penelitian ini, yaitu: Usher et., al (1998), mengembangkan model perawatan sekuensial dengan mempertimbangkan perubahan nilai uang terhadap waktu. Ongkos yang dipertimbangkan di samping ongkos penggantian dan ongkos perawatan pencegahan juga ongkos perbaikan kerusakan yang diasumsikan tinier terhadap intensitas kerusakan mesin. Persoalan dipecahkan menggunakan tiga buah metoda yakni: random search, algoritma genetik, dan branch and bound. Ben-Daya ( 1999) membahas tentang penentuan model untuk optimasi dengan menggabungkan model kualitas ekonomi produksi, peta kontrol-x untuk desain ekonomi, dengan tingkat perawatan yang optimal. Model yang ditawarkan ditujukan pada proses-proses produks~ yang mulai menurun untuk in-control dengan memberikan aktivitas preventive maintenance untuk menurunkan proporsi out-of-control. Dan yang ketiga adalah jumal dari model Soemadi (2004) adalah minimasi ekspektasi total ongkos kepemilikan mesin selama suatu horison perencanaan terbatas. Makna ekspektasi total ongkos kepemilikan yang dipertimbangkan merupakan penjumlahan dari ekspektasi ongkos perbaikan dan ongkos penggantian selama horison perencanaan yang dipertimbangkan. Variabel keputusan adalah pilihan untuk mengganti atau mempertahankan mesin dengan umur tertentu yang tengah dimiliki. Pembatas yang harus dipenuhi dalam optimisasi adalah keharusan untuk mengoperasikan mesin selama horison perencanaan yang dipertimbangkan. Salah satu cara untuk mengatasi penurunan kinerja tersebut adalah dengan mengoptimalkan keputusan tindakan perawatan dengan mempertimbangkan ongkos mutu. Dengan cara ini dapat terlihat bagaimana pengaruh tindakan sehingga dapat diambil tindakan dengan ongkos terendah. Adapun notasi yang digunakan adalah P sebagai peluang, C sebagai ongkos akibat keputusan. Persamaan rekursif yang menyatakan nilai total biaya terkecil selama siklus produksi 'T' di tahap j bagi mesin berumur t1 C1 (a.t) diperoleh dengan meminimumkan Cj (a,t) sehingga dapat dinyatakan oleh: