USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI WEAVING UNTUK MEMINIMASI BEBAN FISIOLOGIS OPERATOR ( Studi Kasus Pada PT. HATTORI INDONESIA)
Faktor yang bisa mempengaruhi manusia bisa datang dari diri sendiri (intern) maupun dari pengaruh luar (ekstern). Lingkungan kerja adalah salah satu faktor yang datang dari luar.Lingkungan kerja adalah tempat dimana manusia melakukan pekerjaannya dan sangat berpengaruh terhadap basil ke1ja manusia sebagai operator. Fisiologi merupakan suatu bidang kajian dalam ergonomi yang berhubungan dengan pengukuran energi yang terlibat dalam suatu pekerjaan yang disebut juga dengan ilmu faal. Hasil dari bidang kajian ini bermanfaat dalarn merancang suatu sistem kerja yang meminimasi energi yang terlibat didalamnya Kerja fisik yang dilakukan oleh operator akan menimbulkan beban yang disebut beban fisiologi. Behan fisiologi yang tepat akan menghasilkan kondisi kerja yang sehat dan menunjang kesehatan serta keselamatan kerja dan pada akhirnya akan mampu meningkatkan kinerja operator dalam melakukan proses produksi. Salah satu kriteria fisiologis dari kegiatan kerja manusia dapat ditentukan berdasarkan kecepatan detak jantung. Dari basil pengukuran kecepatan detak jantung kita dapat mengetahui seberapa besar konsumsi oksigen dan energi yang dikeluarkan operator, sehingga dapat diketahui apakah beban fisiologi yang diterima telah sesuai dengan standar atau belum. Pengukuran berdasarkan kriteria fisiologis ini bisa digunakan apabila faktor-faktor yang berpengaruh tersebut kecil, atau situasi kerjanya barus dalarn keadaan normal. Metoda yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan kecepatan detak jantung karena lebih mudah dan sederhana Untuk mengetahui hubungan beban fisiologis yang diterima operator dengan beberapa faktor lingkungan kerja, maka perlu dilakukan pengukuran terhadap kondisi lingkungan kerja tempat operator dan mesin berinteraksi terhadap beban fisiologi yang diterima operator dengan cara membandingkan basil pengukuran lingkungan kerja dan standar lingkungan kerja normal berdasarkan standar literatur dengan pendekatan metoda fisiologis.
Dari hasil pengukuran kondisi lingkungan kerja maka dilakukan analisis terhadap
lingkungan kerja (temperatur ruangan, kelembaban ruangan, kebisingan akibat kerja mesin, dan pencahayaan yang ada di perusahaan saat ini) pada ruang produksi weaving dan dampaknya terhadap fisiologis operator dengan fish bone diagram. Berdasarkan basil analisis perbandingan tersebut maka dilakukan usulan perbaikan lingkungan kerja terhadap faktor-faktor lingkungan kerja yang belum sesuai dengan standar literatur dengan merancang lingkungan kerja agar kondisi lingkungan kerja yang baru dapat mendukung kinerja operator sehingga dapat mendukung kinerja operator sehingga dapat meminimasi beban fisiologis yang diterima oleh operator.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI WEAVING UNTUK MEMINIMASI BEBAN FISIOLOGIS OPERATOR ( Studi Kasus Pada PT. HATTORI INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI WEAVING UNTUK MEMINIMASI BEBAN FISIOLOGIS OPERATOR ( Studi Kasus Pada PT. HATTORI INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI WEAVING UNTUK MEMINIMASI BEBAN FISIOLOGIS OPERATOR ( Studi Kasus Pada PT. HATTORI INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI WEAVING UNTUK MEMINIMASI BEBAN FISIOLOGIS OPERATOR ( Studi Kasus Pada PT. HATTORI INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text