USULAN TATA LETAK PRODUK JADI DIGUDANG PRODUK JADI UNTUK MEMINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Di PT. FRJSIAN FLAG INDONESIA Cabang Bandung)
Gudang merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan produksi di pabrik dan memiliki pengaruh besar terhadap lancar tidaknya mekanisme kegiatan di departemen-departemen lain di pabrik. Penyimpanan produk di gudang PT. FRISIAN FLAG INDONESIA Cabang Bandung mengakibatkan perlunya penyimpanan produk jadi dengan jenis yang bervariasi dan berjumlah banyak. Dengan kondisi tersebut di atas maka persoalan peletakan beragam jenis produk jadi perlu diatur untuk memudahkan kegiatan percetakan dan pengambilan produk tersebut. Pada saat ini perletakan yang dilakukan belum direncanakan dengan baik sehingga terlihat tidak tcratw· dan menimbulkan kesulitan dalam identifikasi produk untuk kegiatan peletakan dan pengambilan. Penelitian tugas akhir ini ditujukan untuk memperbaiki kinerja di gudang produk jadi PT. FFI di Bandung. Permasalahannya adalah bagaimana merancang ulang tata letak gudang produk jadi dengan pengelompokkan produk berdasarkan kriteria tertentu (misalnya tipe produk, ukuran, dan lain-lain) dan menyediakan daerah tempat penyimpanan untuk masing-masing kelompok produk tersebut. Setiap tempat penyimpanan harus dapat menampung fluktuasi jumlah pl;persediaan masing masing jenis produk. Larson et. al (1997) mengembangkan penelitian pada tata letak gudang berdasarkan kebijakan penyimpanan berkelompok. Usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode tersebut. Terdapat 3 tahap pengerjaan dalam metode tersebut. Tahap pertama adalah pcc ntuan tata letak dan ukuran gang yang disesuaikan dengan pintu masuk dan pintu keluar, material handling yang digunakan perusahaan (2 wheel hand lift) . Tahap kedua adalah penentuan jumlah kebutuhan tempat penyimpanan dan kedalaman baris untuk masing-masing jenis produk dengan menggunakan algoritma kedalaman baris. Tahap ketiga adalah pengelompokkan produk dan penempatan masing masing kelompok kc dalam daerah penyimpanannya. Perhitungan pada tahap ini menggunakan algoritma pengelompokkan. Usulan yang dihasilkan memiliki 7 daerah penyimpanan untuk menyimpan 7 kelompok produk jadi. Setiap daerah penyimpanan memiliki ukuran sama. yaitu panjang daerah penyimpanan 20 palle1, ketinggian tumpukkan I pallet, dan kedalaman baris tiap kelompok adalah I pallet. Dari hasil perhitungan ongkos material handling didapat perbedaan hasil dari Ongkos material handling tata letak gudang lama dengan ongkos material tata letak gudang usulan sebesar Rp. 26.581. walaupun perbedaan OMH dari tata letak gudang lama dengan tata letak gudang usulan tidak besar tetapi dampak ke perusahaan cukup berarti seperti penyusunan produk yang lebih tcratw·, ini dikarenakan tempat penyimpanan dari setiap produk telah disusun dan diperhitungkan dengan menggunakan algoritma kedalaman baris dan algoritma pengelompokan. Selain itu, bila dilihat dari sisi operator hal ini memberikan banyak keuntungan diantaranya waktu bongkar muat Lebih cepat dan tidak ada waktu mencari bagi operator dalam mengambil atau menyimpan produk sehingga dapat memudahkan si operator.
Detail Information
Citation
APA Style
. ().USULAN TATA LETAK PRODUK JADI DIGUDANG PRODUK JADI UNTUK MEMINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Di PT. FRJSIAN FLAG INDONESIA Cabang Bandung) ().:
Chicago Style
.USULAN TATA LETAK PRODUK JADI DIGUDANG PRODUK JADI UNTUK MEMINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Di PT. FRJSIAN FLAG INDONESIA Cabang Bandung) ().:,.Text
MLA Style
.USULAN TATA LETAK PRODUK JADI DIGUDANG PRODUK JADI UNTUK MEMINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Di PT. FRJSIAN FLAG INDONESIA Cabang Bandung) ().:,.Text
Turabian Style
.USULAN TATA LETAK PRODUK JADI DIGUDANG PRODUK JADI UNTUK MEMINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING (Studi Kasus Di PT. FRJSIAN FLAG INDONESIA Cabang Bandung) ().:,.Text