// <![CDATA[PENURUNAN MUKA TANAH (LAND SUBSIDENCE) DI PANTAI UTARA JAWA BARAT BERBASIS DIFFERENTIAL INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR)]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 ARIN AFINA SULIA/232018015 Penulis
Penurunan muka tanah merupakan fenomena geologis yang menyebabkan terjadinya pergeseran tanah dengan arah geometri ke bawah secara relatif pada sistem referensi permukaan tanah seperti mean sea level, geoid, atau ellipsoid referensi. Penurunan muka tanah akan memberikan dampak berbahaya, karena mengubah gradien topografi. Sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan bangunan, retaknya permukaan tanah, dan meningkatnya risiko banjir. Kondisi ini akan berdampak pada pemukiman dan perekonomian warga sekitar. Penelitian ini bertujuan memetakan kondisi penurunan muka tanah dan menghitng seberapa besar nilai penurunan muka tanah di wilayah Pantura Jabar antara tahun 2017-2018 dan tahun 2017-2021 dengan menggunakan metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Data yang digunakan adalah citra Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel-1a level 1 tahun 2017, 2018 dan 2021 dengan menggunakan digital elevation model (DEM) dari Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) 30 m sebagai referensi. Hasil perhitungan penurunan muka tanah berdasarkan data tahun 2017 dan 2018 menunjukkan kisaran nilai minimum dan maksimum 0-0,18 m/tahun, dengan rata kisaran 0-0,09 m/tahun, serta nilai penurunan tertinggi berada di wilayah Kecamatan Losari pada Kabupaten Cirebon dan Kecamatan Pakisjaya pada Kabupaten Indramayu. Sedangkan, perhitungan penurunan muka tanah berdasarkan data tahun 2017 dan 2021 memiliki kisaran nilai minimum dan maksimum 0-0,15 m/tahun, dengan rata kisaran 0,02-0,11 m/tahun, serta nilai penurunan tertinggi berada di wilayah Kabupaten Karawang, yaitu di Kecamatan Tempuran. Hasil perbandingan dengan penelitian terdahulu menunjukkan wilayah Pantura Jabar mengalami peningkatan penurunan muka tanah, khususnya di Kecamatan Legon Kulon Kabupaten Subang, Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Harapannya berdasarkan hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah setempat dan dinas terkait di pesisir Pantura Jawa Barat dalam melakukan mitigasi akibat penurunan muka tanah.