// <![CDATA[PREDIKSI EMISI KARBON BERDASARKAN MODEL SPASIAL PERUBAHAN LAHAN DI KABUPATEN BANDUNG]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 IRA INDRARINI/232018024 Penulis
Kabupaten Bandung memiliki potensi peningkatan emisi karbon dan memberikan dampak negatif bagi lingkungan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi emisi karbon berdasarkan model spasial perubahan lahan di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode cellular automata-markov dalam memprediksi penggunaan lahan tahun 2027 dan 2036. Prediksi penggunaan lahan ini selanjutnya digunakan untuk mengkaji perubahan lahan dengan metode overlay intersect pada skenario backward looking, yaitu menggabungkan peta penggunaan lahan tahun 2019 dengan tahun prediksi 2027 dan 2036; dan skenario forward looking yaitu menggabungkan peta penggunaan lahan tahun 2019 dengan peta pola ruang RTRW Kabupaten Bandung tahun 2016-2036. Perhitungan emisi karbon dilakukan dengan metode stock difference pada kedua skenario, dan hasil total emisi karbon diklasifikasikan menggunakan metode kuartil. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi mengakibatkan timbulnya emisi pada skenario backward looking sebesar 811.330,81 ton CO2eq dari tahun 2019-2027, dan sebesar 998.288,22 ton CO2eq dari tahun 2019-2036. Sedangkan skenario forward looking cenderung menghasilkan sekuestrasi, yaitu sebesar -804.125,22 ton CO2eq dengan emisi terbesar yaitu 245.506,51 ton CO2eq. Wilayah pengembangan Cilengkrang-Cimenyan menjadi penyumbang terbesar emisi karbon, sedangkan wilayah yang cenderung menghasilkan sekuestrasi terdapat di wilayah Baleendah, Cileunyi-Rancaekek, dan Margahayu-Margaasih.