// <![CDATA[ANALISIS DAMPAK GEMPA BUMI PALU DITINJAU DARI PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT DAN MORFOLOGI GARIS PANTAI (Studi Kasus:]]> 0424086901 - Ni Made Rai Ratih C. P., Ir., M.Si. Dosen Pembimbing 1 BUDIANA FAJRIN/232018045 Penulis
Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR yang diakibatkan oleh Sesar Palu-Koro diikuti oleh tsunami dan likuifaksi. Terminal Pantoloan merupakan salah satu lokasi dengan tsunami paling tinggi dengan run-up 11,1 meter. Terjadi kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur dan fasilitas umum di sekitar Teluk Palu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak dari gempa bumi Palu terhadap Pelabuhan Teluk Palu Terminal Pantoloan ditinjau dari perubahan morfologi dasar laut dan perubahan morfologi garis pantai. Untuk menganalisis perubahan morfologi dasar laut digunakan data kedalaman BATNAS sebagai data sebelum gempa dan hasil pengukuran singlebeam echosounder sebagai data kedalaman pasca gempa. Untuk menganalisis perubahan morfologi pantai digunakan citra Google Earth historis. Berdasarkan model 3D kedalaman hasil singlebeam echosounder terdapat perubahan bentuk morfologi dasar laut yang signifikan. Pada rentang koordinat (818.275, 9.920.950) meter sampai (818.300, 9.920.850) meter dan (817.850, 9.921.420) meter sampai (818.000, 9.921.410) meter bentuk morfologi sesudah terjadinya gempa sangat curam dengan rentang kedalaman 3- 20 meter. Kemunduran garis pantai yang terjauh sebesar 99 meter dan yang terdekat sebesar 1,13 meter. Luasan abrasi yang terjadi sebesar 72.190 m2.