// <![CDATA[MODEL DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DI KABUPATEN ALOR NUSA TENGGARA TIMUR DENGANMETODE FUZZY LOGIC]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 Arief Fauzy Saptari/232018046 Penulis
Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang sangat berpotensi terjadinya bencana kebakaran hutan. Intensitas musim hujan di wilayah NTT hingga tahun 2022 sangat rendah dibandingkan musim kemarau. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya kerawanan kebakaran di wilayah tersebut, dari 22 kabupaten dan kota di NTT, sebanyak 9 daerah tersebut masuk kedalam kategori rawan. Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Pulau Timor, Alor, Flores, Fatuleu Barat, Kupang, dan Kabupaten Ngada. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerawanan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Alor dengan menggunakan pendekatan Fuzzy Logic di tahun 2020 dan prediksi di tahun 2030. Terdapat 5 parameter untuk membuat peta kerawanan kebakaran hutan yaitu suhu permukaan tanah, curah hujan, fungsi Kawasan hutan, jenis tanah, dan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat kerawanan di Kabupaten Alor tahun 2020 dari pendekatan Fuzzy logic operator OR memiliki kelas kerawanan tinggi mencapai 93,17% atau sebesar 268.517,872 ha, kelas kerawanan sedang mencapai 4,69% atau sebesar 13.521 ha dan kelas kerawanan rendah mencapai 2,14% atau sekitar 6.169,582 dari total luas wilayah Kabupaten Alor. Wilayah yang termasuk kedalam kelas kerawanan tinggi atau berpotensi tinggi terjadinya kebakaran diantaranya di Kecamatan Alor Barat Daya, Alor Barat Laut, Alor Selatan, Alor Tengah Utara, Alor Timur, Alor Timur Laut, Kabola, Lembur, Mataru, Pantar, Pantar Barat, Pantar Barat Laut, Pantar Tengah, Pantar Timur, Pulau Pura, Pureman, dan Kecamatan Telukmutiara. Hasil model kerawanan kebakaran hutan di Kabupaten Alor di tahun 2030 pada tingkat kerawanan tinggi adalah 93,56% atau sebesar 269.219,617 ha, tingkat kerawanan sedang mencapai 4,09% atau sebesar 11.763,387 ha dan tingkat kerawanan rendah sebesar 2,36% atau sebesar 6.780,543 ha. Hasil ini harapannya dapat membantu dinas terkait dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Alor Provinsi NTT.