// <![CDATA[PERENCANAAN JALUR KABEL BAWAH LAUT BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA JARINGAN TULANG PUNGGUNG SERAT OPTIK NASIONAL (Studi Kasus:]]> 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 TEDY IMANUEL SELAN/232020039 Penulis
Pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional menggunakan teknologi sistem komunikasi kabel laut (SKKL). Dalam pembangunan kabel serat optik bawah laut perlu dilakukan studi awal secara desktop study menggunakan data sekunder untuk mendapatkan rencana jalur yang sesuai aspek teknis dan legal. Dalam penelitian ini, dilakukan perencanaan jalur kabel bawah berbasis sistem informasi geografis yang menghubungkan PoP Kupang dan PoP Alor. Analisis aspek teknis menggunakan data batimetri dan sedimen permukaan dasar laut untuk menghasilkan peta area rekomendasi jalur kabel bawah laut dan TIN dasar laut. Peta area rekomendasi diklasifikasikan dalam 3 kelas yaitu area aman, area berisiko, dan area berbahaya. Wilayah penelitian didominasi oleh area aman. Hasil perencanaan jalur menggunakan peta area rekomendasi memberikan 3 rekomendasi jalur kabel bawah laut yang aman dan memudahkan dalam pemasangan. Perhitungan panjang rencana jalur kabel bawah laut berdasarkan bentuk permukaan laut menunjukkan bahwa Rencana Jalur 2 merupakan jalur terpendek dengan panjang 282,726 km dalam jarak datar dan 283,068 km dalam jarak miring. Analisis aspek legal dilakukan untuk mengetahui kesesuaian rencana jalur kabel bawah laut dengan peta RTRLN menunjukan bahwa rencana jalur melewati kawasan korservasi yang merupakan kawasan lindung tetapi dapat diprioritaskan karena kabel bawah laut yang direncanakan bernilai strategis nasional. Serta, rencana jalur berpotongan dengan kabel bawah laut yang telah ada, alur migrasi cetacea, dan alur pelayaran sehingga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu fungsi dari area-area tersebut.