// <![CDATA[REBRANDING BERGENDAAL KOFFIE]]> Armanda Firdaus / 332007045 Dosen Pembimbing 1 Fanhas Atsar, M.Ds. Ridwan Syah Harun, S.Sos.
Dulu, kopi dipersepsi sebagai minuman tradisional, murah meriah, dan minuman yang banyak dinikmati oleh kaum pria dewasa atau orang tua. Namun di era modern ini, dengan banyaknya kehadiran brand kopi di berbagai media, kopi telah dipandang sebagai minuman bergengsi dan menjadi bagian gaya hidup modern, sehingga mempengaruhi semua kalangan untuk minum kopi, baik pria, wanita, orang tua maupun usia muda. Hal tersebut, merupakan peluang bagi Bergendaal Koffie, brand kopi lokal dari Gayo Aceh Tengah, yang menawarkan kopi ringan, cocok dinikmati oleh semua kalangan. Produk olahan khusus kopi arabika gayo ini, memiliki kandungan kafein lebih rendah (0,8%) dibandingkan kopi jenis robusta (2,4%). Sehingga, tidak memberi efek samping yang berlebihan bagi tubuh, jadi aman bagi mereka yang bukan penikmat kopi. Namun, pandangan masyarakat Kota Banda Aceh terhadap brand tersebut, mengalami persepsi yang bertolak belakang dengan brand yang diharapkan. Yaitu, sebagai kopi berkarakter keras (berkafein tinggi) yang dimunculkan dari berbagai aspek brand seperti logo, kemasan, dan lain-lain. Sehingga, tidak menarik perhatian target. Maka dari itu, pentingnya melakukan rebranding Bergendaal Koffie yang sesuai dengan karakter yang diharapkan yaitu, sebagai kopi ringan.