PERMODELAN MATEMATIS UNTUK MODEL OPTIMISASI ONGKOS PERAW AT AN DENGAN KEPUTUSAN DO NOTHING DAN REPAIR
Perawatan Perlu dilakukan karena pada umumnya suatu mesin produksi akan mengalami penurunan kinerja kerja (deteriorasi) yang disebabkan oleh pemakaian atau penuaan yang akan berpengaruh terhadap ongkos-ongkos operasi. Tetapi jika perawatan dilakukan secara berlebihan, maka dapat mengakibatkan adanya biaya-biaya yang tidak diperlukan sehingga ongkos-ongkos produksi akan menjadi tinggi Dengan demikian, maka dibutuhkan model optimasi perawatan dikembangkan dengan tujuan mengoptimalkan kebijakan perawatan. Dalam penelitian ini, model yang digunakan adaJab model programa integer biner dengan dua keputusan yaitu tetap mempertahankan kinerja mesin atau do nothing (T) dan memperbaiki!repair (R). Model Optimasi dengan 2 keputusan in4 dapat diterapkan pada mesin parabel yang telah mengalami proses penggantian komponen (rep/acemem) sehingga mesin tersebut dalam kondisi baru. Model Programa integer biner merupakan model yang dapat menentukan keputusan yang dilakukan untuk mengoptimalkan perawatan adalah dengan cara meminimasi total ongkos perawatan berupa model teoritis. Ongkos-ongkos perawatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ongkos akibat produk cacat (ongkos rework) dan ongkos perbaikan(ongkos repair). Solusi optimal dapat diselesaikan dengan menggunakan dengan bantuan Software Lindo. Model Dasar yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah model Usher,et al. ( 1998) yang memperkenalkan metode untuk memprediksi kebijakan ongkos optimal untuk perawatan pencegahan (Preventive Maintenance) untuksistem reparabel deogan penantbahan laju kerusakan berdasarkanpertimbangkan biaya pengendalian kualitasuntuk produk yang dihasilkan dan keputusan yang harus dipilih di setiap akhir periode yakni do nothing, maintenance/repair atau replacement. Pengembanganmodel dilakukan untuk untuk menjelaskan proses-proses yang akan dilakukan dalammengembangkan model dari masalah yang diteliti, yakni pengambilan keputusan do nothing (T) atau repair (R) pada setiap akhir periode. Kemudian dilakukan pengujian model yang ditujukan untuk menguji kepekaan solusi optimal yang telah dihasilkan terhadap berbagai perubahan dari nilai parameter model (a dan p ) dan perubahan ongkos perawatan pencegahan ( ongkos rework dan ongkos repair). Parameter adalah parameter skala atau karakteristik umur dan p adalah parameter bentuk. Pengujian model dikembangkan ke dalam model pemrograman integer biner dengan menggunakan beberapa set data dan dilakukan dengan menggunakan 6 skenario. Dari hasil formulasi integer biner tersebut, kemudian dicari solusi optimalnya yakni ongkos paling minimum dengan menggunakan Software Lindo. Selain itu, dapat diketahui variabel keputusannya, yakni keputusan perawatan yang diambil pada tiap perioda. Dari hasil rekapitulasi solusi optimal terhadap 6 skenario, dapat diketahui bahwa yang berpengaruh terhadap basil solusi optimal adalah parameter p (parameter bentuk) dan parameter(parameter skala). Tetapi perubahan bentuk (parameter/) ) paling berpengaruh terhadap solusi optimal. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan laju kerusakan mesin dapat ditunjukkan oleh perubahan parameter p (beta) .
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PERMODELAN MATEMATIS UNTUK MODEL OPTIMISASI ONGKOS PERAW AT AN DENGAN KEPUTUSAN DO NOTHING DAN REPAIR ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PERMODELAN MATEMATIS UNTUK MODEL OPTIMISASI ONGKOS PERAW AT AN DENGAN KEPUTUSAN DO NOTHING DAN REPAIR ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PERMODELAN MATEMATIS UNTUK MODEL OPTIMISASI ONGKOS PERAW AT AN DENGAN KEPUTUSAN DO NOTHING DAN REPAIR ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PERMODELAN MATEMATIS UNTUK MODEL OPTIMISASI ONGKOS PERAW AT AN DENGAN KEPUTUSAN DO NOTHING DAN REPAIR ().Teknik Industri:FTI,2005.Text