// <![CDATA[PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK 'OREO REGULER VANILA' DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA ALAT PENGENDALIAN KUALITAS (Studi Kasus di PT. Nabisco)]]> Arie Desrianty, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 R. Hari Adianto. Drs., M.T. Dosen Pembimbing 1 lrwan Hendrawan / 131998096 Penulis
PT. Nabisco merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan kue kering. Akhir-akhir ini, perusahaan mengalami masalah yang berkenaan dengan tidak terpenuhinya spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan perusahaan. Tingkat kecacatan produk "Oreo Reguler Vani/a" cukup tinggi jika dibandingkan dengan jenis produk Oreo lainnya yang diproduksi oleh perusahaan yaitu berkisar antara 1 % hingga 5 % terhadap total produk yang dihasilkan dalam tiap balch produksi. Perusahaan mengalami penurunan keuntungan, terutama akibat cukup tingginya tingkat kecacatan yang selama ini terjadi, sehingga perusahaan membutuhkan suatu cara untuk mengetahui akar masalah utama penyebab cacat produk, untuk kemudian dilakukan tindakan perbaikan dan pengendaliannya. Berdasarkan diagram pareto didapat dua proses cacat kritis yang perlu mendapat prioritas utama untuk diperbaiki dan dikendalikan yaitu proses baking dan proses sandwich. Penerapan peta kendali X dan R pada sistem pengendalian mutu, menunjukan bahwa proses baking dan proses sandwich masih cukup banyak yang berada di luar batas spesifikasi. Dari perhitungan diperoleh cacat pada proses baking dan sandwich yang berada di luar batas spesifikasi seperti diperlihatkan pada tabel berikut ini : Persentase produk yang berada di luar batas spes:i fikasi berdasarkan produk cacat yang ditolak dari total produk yang dihasilkan dalam tiap balch produksi. Dari diagram sebab akibat ditemukan bahwa faktor penyebab cacat pada proses baking adalah faktor manusia (operator), mesin dan bahan baku. Sedangkan faktor penyebab cacat pada proses sandwich adalah faktor manusia (operator) dan mesin.