// <![CDATA[SEJARAH MARITIM ERA KERAJAAN MAJAPAHIT MELALUI PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI POP - UP UNTUK REMAJA]]> Guntur Rofika Muhsin / 332008063 Penulis Ramlan, S.Sn. Dosen Pembimbing 1 Edy Sugiharto, Drs. Dosen Pembimbing 3
Sejarah merupakan bukti nyata dari peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau namun sebenarnya sejarah mempunyai nilai yang sangat tinggi dan berharga bagi generasi penerus bangsa. Nilai – nilai sejarah sangatlah tinggi dan merupakan tolak ukur bagi segala peristiwa sebelum mencapai kesuksesan. Bangsa Indonesia memiliki sejarah tentang nenek moyang pelaut. Indonesia memang dikenal sebagai bangsa maritim pada zaman dahulu karena sejak zaman dahulu penduduk di kepulauan nusantara ini dikenal sebagai pelaut dan juga karena wilayah laut Indonesia lebih luas dibandingkan wilayah daratannya. Sejarah menunjukkan bahwa pada masa lalu Indonesia memiliki pengaruh yang sangat dominan di wilayah Asia Tenggara. Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia menguasai lautan Nusantara, bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar, Afrika Selatan. Penguasaan lautan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dimasa kejayaan Kerajaan Majapahit merupakan penguasaan de facto daripada penguasaan atas suatu konsepsi kewilayahan dan hukum. Sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang mencintai laut sejak dahulu merupakan masyarakat bahari. Akan tetapi oleh penjajah kolonial bangsa Indonesia didesak ke darat, yang mengakibatkan menurunnya jiwa bahari Nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai kepentingan antarbangsa, seperti perdagangan dan komunikasi. Sejak itu, terjadi penurunan semangat dan jiwa bahari bangsa Indonesia, dan pergeseran nilai budaya, dari budaya bahari ke budaya daratan. Catatan penting sejarah maritim ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki keunggulan aspek budaya bahari bentukan secara alamiah oleh aspek-aspek alamiah Indonesia. Berkurangnya budaya bahari lebih disebabkan berkurangnya perhatian Pemerintah dan Masyarakat terhadap budaya maritim. Masa kejayaan pelaut Indonesia pun sekarang hanya kenangan manis saat ini bangsa Indonesia seolah lupa dan mengabaikan begitu kuatnya sejarah maritim masa lalu. Namun demikian, Sejarah tentang budaya bahari Indonesia tidak boleh hilang untuk generasi penerus bangsa khususnya remaja yang kurang menyadari dan mengenal bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim yang kaya akan budaya. Media Buku Ilustrasi Pop – Up menjadi pilihan solusi dari sisi keilmuan Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam perancangan Tugas Akhir ini guna menanggulangi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan dari sudut keilmuan DKV untuk menumbuhkan kembali rasa keingintahuan dan mengingatkan tentang sejarah bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim kepada remaja adalah dengan menciptakan media interaktif berupa buku pop up. Dengan Buku Ilustrasi Pop - Up ini disuguhkan gambar – gambar ilustrasi menarik yang digabungkan dengan inovasi Pop – Up menceritakan tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim, menampilkan gambar jenis - jenis kapal laut yang digunakan dalam sejarah maritim dari masa ke masa. Sehingga remaja dapat tertarik untuk mengenal dan mempelajari akan sejarah bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim.