// <![CDATA[MENGUNGKAP KEARIFAN DIBALIK TRAGEDI BUBAT GUNA MENUMBUHKAN NILAI PERSATUAN MELALUI SCREEN-BASED COMIC]]> Firman Herdiansah / 332009008 Penulis Aditya Januarsa, M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Agus Djatnika, M.Sn. Dosen Pembimbing 1
Persatuan Bangsa Indonesia dalam perkembangannya terkadang masih terbentur dengan pandangan kesukuan dan perbedaan yang telah lahir sebelum negara ini ada. Dalam sebuah negara kesatuan seperti Republik Indonesia, akan sangat wajar ditemukan berbagai perbedaan dalam beberapa aspek yang memang telah ada sebelum sepakat menjadi satu kenegaraan. Walaupun telah menjadi satu kesatuan Republik Indonesia, hingga saat ini terdapat beberapa masyarakat dengan latar belakang yang berbeda masih belum menyikapi perbedaan secara bijak dan mengilhami dengan baik nilai-nilai yang terkandung dalam kalimat Bhinneka Tunggal Ika. Satu diantaranya seperti yang terjadi dengan kontroversi sejarah Tragedi Bubat. Tragedi Bubat merupakan episode yang penting dalam sejarah Nusantara. Sebenarnya peristiwa Bubat dapat dikaji keutamaan dan nilai hikmah yang terdapat di balik kisahnya tersebut, namun yang cenderung lebih banyak berkembang dan dipaparkan hingga saat ini adalah berbagai kontroversi yang menggiring pada perselisihan etnis. Tragedi Bubat pada masanya sebenarnya adalah perselisihan dua kerajaan berbeda di Nusantara. Kedua pihak telah menyatakan permasalahan tersebut selesai dan tidak ada pertentangan lagi, namun seiring berjalannya waktu Tragedi Bubat justru berbelok jauh dari ketegangan antara dua kerajaan berbeda dimasa lalu menjadi perselisihan antar etnis (Sunda-Jawa) yang saat ini berada dalam satu negara kesatuan. Tragedi Bubat Perlu disikapi secara arif dengan sudut pandang yang objektif. Stereotip dan persepsi negatif yang berkembang perlu diluruskan dengan sudut pandang yang mengkaji nilai-nilai hikmah dan kearifan, Dengan begitu peristiwa tersebut dapat menjadi kajian sejarah yang menarik dan membantu menumbuhkan rasa cinta perdamaian. Sejauh ini kisah Tragedi Bubat masih terus menurun melalui memori kolektif dari generasi ke generasi selanjutnya. Mengetahui sejarah leluhur merupakan hal yang sangat positif, namun bukan disikapi dengan ketegangan yang bertema kesukuan Hingga saat ini beberapa orang tua Sunda maupun Jawa secara turun-temurun masih menceritakan kepada anak mereka secara subjektif dan cenderung membatasi anaknya dalam bergaul ataupun menikah terkait dengan Tragedi Bubat. Hal ini menjadi penting ketika remaja yang mulai memasuki masa dewasanya perlu memahami secara objektif bagaimana sebaiknya menanggapi isu tersebut.