// <![CDATA[INTERAKSI ANTARA URBAN DAN PERI-URBAN BANDUNG METROPOLITAN AREA (BMA) DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLA URBAN SPRAWL SERTA JEJAK KARBON TRANSPORTASI]]> 0419116601 - Ir. Yanti Budiyantini, M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 NAFILAH DARMAWANTI/242018078 Penulis
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi berpengaruh signifikan terhadap daerah pinggirannya salah satunya Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung dan Kota Cimahi. Hubungan antara wilayah perkotaan dan pinggiran kota memiliki potensi meningkatnya arus orang, barang, dan kendaraan dari Kota Inti ke daerah pinggirannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi interaksi antara daerah perkotaan dan pinggiran kota serta hubungannya terhadap peningkatan jejak karbon transportasi. Analisis dilakukan dengan Metode NDBI untuk melihat perubahan guna lahan dan pola urban sprawl yang terjadi, metode gravitasi untuk mengukur besaran interaksi spasial antar wilayah, dan analisis emisi karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah pinggiran kota memiliki tingkat interaksi spasial yang tinggi. Semakin kuat interaksi spasial wilayah pinggiran kota dengan kota inti maka semakin besar pula jumlah emisi/jejak karbon yang dihasilkan.