PENENTUAN LOKASI HUNIAN VERTIKAL DI KOTA TANJUNGPINANG
Lahan merupakan tanah yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Luas lahan yang digunakan untuk permukiman semakin bertambah setiap tahunnya. Akibatnya lahan dengan fungsi lain semakin dialihfungsikan guna dimanfaatkan sebagai wilayah permukiman, sehingga kawasan terbuka hijau semakin sedikit. Dalam memenuhi kebutuhan akan hunian, maka semakin berkurang pula daerah resapan air dan ruang terbuka hijau, sehingga mengakibatkan bencana seperti banjir. Untuk mengatasi kebutuhan lahan untuk hunian terhadap keterbatasan lahan di Kota Tanjungpinang, maka perlunya upaya pemenuhan kebutuhan rumah tersebut melalui pembangunan perumahan dengan sistem hunian vertikal. Agar tidak terjadi permasalahan yang sama, maka perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi permukiman vertikal. Penentuan lokasi ini dilihat dari faktor fisik, rencana pola ruang, aksesibilitas, ketersediaan sarana, dan ketersediaan prasarana. Metode yang digunakan untuk ialah menggunakan software GIS dengan teknik weighted overlay. Teknik ini ialah melakukan tumpang tindih beberapa jenis data yang berupa peta, sehingga muncullah lokasi mana sajakah yang sesuai untuk dibangunnya hunian vertikal. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 2 kategori, yaitu kategori A dan B. Dimana kategori A sebagai prioritas untuk memenuhi kebutuhan layak huni di kawasan padat penduduk. Sedangkan kategori B dikarenakan kawasan tersebut merupakan arah pengembangan kota baru.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2022).PENENTUAN LOKASI HUNIAN VERTIKAL DI KOTA TANJUNGPINANG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENENTUAN LOKASI HUNIAN VERTIKAL DI KOTA TANJUNGPINANG ().Teknik Planologi:FTSP,2022.Text
MLA Style
.PENENTUAN LOKASI HUNIAN VERTIKAL DI KOTA TANJUNGPINANG ().Teknik Planologi:FTSP,2022.Text
Turabian Style
.PENENTUAN LOKASI HUNIAN VERTIKAL DI KOTA TANJUNGPINANG ().Teknik Planologi:FTSP,2022.Text