REBRANDING TOKO ROTI DAN KUE SIDODADI BANDUNG
Rebranding Toko Roti dan Kue Sidodadi dilakukan dikarenakan Toko Roti dan Kue Sidodadi mengalami penurunan penjualan dan berkurangnya konsumen pada tahun 2000-an disebabkan munculnya toko-toko roti modern, sehingga Toko Roti dan Kue membutuhkan diferensiaL.
Toko Roti dan Kue Sidodadi belum pernah melakukan promosi, sebab memerlukan biaya yang besar, pemilikpun merasa biaya yang keluar tidak sesuai dengan pendapatan yang didapat. Sehingga untuk mengetahui keberadaannya, pengunjung hanya mengetahui informasi dari mulut ke mulut. Toko Roti dan Kue Sidodadi memiliki kemasan yang dapat memuat banyak roti, membeli banyak ataupun sedikit, roti-rotinya dikemas dalam satu kemasan saja hanya berbeda ukuran. Bentuk kemasan Toko Roti dan Kue Sidodadi sama sejak dulu ialah plastik berwarna putih, bertuliskan warna merah yang menyampaikan pesan kampanye zaman orde baru era Bapak Soeharto yaitu “JADILAH PESERTA KB LESTARI ” dan pesan layanan masyarakat “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” beserta gambar pelayan wanita yang sedang membawa roti pada kemasannya. Konsep citra roti dari Toko Roti dan Kue Sidodadi yaitu jangan pernah merubah resep, harus tetap mempertahankan citra roti penganan kaum elite sebagai roti untuk rakyat dan harganya harus terjangkau. Seiring perkembangannya, Pada tahun 1990 hingga tahun 2000-an, Toko Roti dan Kue Sidodadi mengalami penurunan, baik dari jumlah konsumen yang datang hingga berdampak pada penjualan yang diakibatkan munculnya toko-toko roti modern yang menawarkan diferensiasi yang berbeda dari Toko Roti dan Kue Sidodadi dengan menu-menu baru yang variatif dan tampilannya yang sesuai dengan kebutuhan targetnya.
Keberadaan Toko Roti dan Kue Sidodadi terkenal sejak dulu, namun keberadaannya mulai terlupakan oleh masyarakat Kota Bandung seiring dengan perkembangan zaman dengan bermunculannya toko-toko roti modern. Dilihat dari keadaan yang ada, agar keberadaannya tetap dingat dan dikunjungi kembali, maka Toko Roti dan Kue Sidodadi perlu memperkenalkan diri kembali kepada masyarakat Kota Bandung. Untuk melakukan hal tersebut, Toko Roti dan Kue Sidodadi perlu melakakukan rebranding. Kata branding terjadi apabila terjadinya sebuah proses interaksi antara brand dan konsumen yang bertujuan membentuk citra sebuah merek di hati dan di benak konsumen, menurut buku Brand Is Like Donut, Irvan Permana. Sedangkan membuat pencitraan kembali sebuah merek di benak konsumen disebut rebranding. “ Rebranding can mean overhauling your visual look and feel or even updating your core message to adapt to changing needs, different competitors, a new market, or costumer feedback” menurut buku Branding Basics For Small Bussines, Maria Ross ”
Detail Information
Citation
APA Style
. (2013).REBRANDING TOKO ROTI DAN KUE SIDODADI BANDUNG ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.REBRANDING TOKO ROTI DAN KUE SIDODADI BANDUNG ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2013.Text
MLA Style
.REBRANDING TOKO ROTI DAN KUE SIDODADI BANDUNG ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2013.Text
Turabian Style
.REBRANDING TOKO ROTI DAN KUE SIDODADI BANDUNG ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2013.Text