// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING AIR BERSIH, AIR LIMBAH DENGAN PENERAPAN KONSERVASI AIR DI KANTOR KEJAKSAAN TINGGI PROVINSI JAWA BARAT]]> 0421077802 - Kancitra Pharmawati ST, MT. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD REYHAN/252015068 Penulis
Revitalisasi Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat melakukan perubahan kawasan dalam mengembangkan kondisi fisik dan fungsional gedung. Fasilitas sanitasi dalam gedung diperlukan untuk memastikan kesehatan pengguna gedung terjaga. Salah satu cara untuk memastikan sistem sanitasi didalam gedung terjaga dengan baik dengan cara mendesain sistem plambing. Sistem plambing terdiri dari Penyediaan air bersih, penyaluran air limbah dan ven. Sumber air bersih gedung KTPJB berasal dari PDAM. Kebutuhan air gedung KTPJB sebesar 44,879 m3/hari didapatkan dari jumlah populasi gedung yaitu 1083 jiwa. Air yang berasal dari PDAM ditampung di tangki bawah dengan kapasitas sebesar 60 m3 kemudian dipompakan ke tangki atap dengan kapasitas sebesar 30 m3 menggunakan pompa sentrifugal, selanjutnya air dialirkan ke setiap alat plambing secara gravitasi. Alat plambing yang dialirkan air bersih yaitu lavatory, kitchen sink, faucet dan jetspray. Alat plambing tersebut menghasilkan air limbah (grey water) sebesar 35,9 m3/hari yang dialirkan ke sewage treatment plant (STP). Setelah pengolahan STP akan menghasilkan air bersih sekunder yang akan digunakan untuk kebutuhan flushing WCT dan Urinal sebesar 4,73 m3/hari. Hasil dari flushing yaitu air limbah (black water) akan dialirkan ke septic tank. Sistem plambing mengacu pada SNI 8153 Tahun 2015 tentang Sistem Plambing Pada Bangunan Gedung. Penyaluran air bersih menggunakan jenis pipa Poly Propilene Random (PPR) dengan rentang diameter pipa 20 mm sampai 50 mm dan penyaluran air limbah menggunakan jenis pipa PolyVinyl Chloride (PVC) dengan rentang diameter pipa 48 mm sampai 114 mm. menurut Peraturan Walikota Bandung No.1023 Tentang Bangunan Gedung Hijau, konservasi air perlu diterapkan disetiap bangunan Kota Bandung. Konservasi yang digunakan yaitu menggunakan air daur ulang sebesar 32,313 m3/hari. Menggunakan pemanenan air hujan untuk kebutuhan air bersih. Menggunakan sumur resapan untuk mencegah genangan air yang berlebih dan menambah cadangan air tanah. Menggunakan saniter hemat air dengan penghematan air sebesar 39,40 m3/hari. Total rencana anggaran biaya sebesar Rp. 2.465.722.506.