// <![CDATA[STUDI EVALUASI PAPARAN DEBU PM2,5 TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PARU PEKERJA PT X]]> Prof.dr. Juli Soemirat, M.P.H.,Ph.D. Dosen Pembimbing 1 NYAYU MADIA ALFISYAH/252015131 Penulis
Banyak penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerja menghirup senyawa/ materi yang digunakan dalam lingkungan industri. Salah satunya adalah partikel padat kecil yaitu debu dengan ukuran ≤ 2.5 μm yang dapat terabsorpsi secara efisien ke dalam jaringan paru-paru dan menyebabkan terjadinya fibrosis paru. PT X adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan produk militer dan komersil di Indonesia. Di divisi TC&AP departemen COR 1 PT X, proses cor logam dengan menggunakan cetakan pasir menghasilkan banyak debu dengan kandungan kristal silika bebas (SiO2) hingga 96%. Fibrosis akibat silika / silikosis, menyebabkan efek sesak napas, lemah, kekurangan oksigen, ekspansi dada berkurang hingga gagal jantung. Maka perlu dilakukan evaluasi pengaruh paparan debu PM2,5 terhadap gangguan fungsi paru pada 30 orang pekerja yang berada di daerah ini. Debu respirabel diukur dengan sensor, fungsi paru dengan spirometer, dan dikumpulkan pula faktor penentu fungsi paru, yaitu usia, tinggi badan, status gizi, masa kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, riwayat penyakit, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Data diolah dengan regresi linier berganda. 12 pekerja menderita restriksi, 4 obstruksi, dan sisanya adalah normal. Hasil regresi menunjukan bahwa fungsi paru dipengaruhi secara signifikan oleh paparan debu, dan usia, tinggi badan, kebiasaan merokok, masa kerja, dan penggunaan APD juga berpengaruh. Disarankan agar perusahaan mengisolasi proses penghancuran cetakan pasir, memantau fungsi paru pekerja secara periodik, dan mengharuskan pekerja menggunakan APD selama kerja.