// <![CDATA[PENGARUH LOKASI IPAL KOMUNAL TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA ORGANIK TERLARUT DALAM AIR TANAH DI KOTA CIMAHI]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 ISNAINI NUR HAFIZAH/252016027 Penulis
Air tanah dangkal dapat tercemar oleh senyawa organik terlarut atau Dissolved Organic Matter (DOM) dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal akibat rembesan dan kebocoran dari instalasi pengolahan maupun jaringan saluran. Namun, informasi tentang karakteristik DOM dalam air tanah di Indonesia masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan jenis senyawa organik sehingga dapat diketahui sumber pencemar organik dalam air tanah di tingkat risiko sanitasi sektor berbeda. Sampel penelitian menggunakan air tanah dan air limbah di Kelurahan Cigugur Tengah dan Kelurahan Citeureup Kota Cimahi. Kelurahan Cigugur Tengah merupakan daerah dengan tingkat risiko sanitasi sektor air limbah sangat tinggi, sedangkan Kelurahan Citeureup merupakan tingkat risiko sanitasi sangat rendah. Parameter pengukuran DOM yang digunakan mencakup (1) labilitas DOM (COD dan KMnO4), (2) Chromophoric DOM (A254 atau A355, dan A3/A4), (3) dan Komponen Fluoresensi DOM. Analisis statistik juga digunakan untuk melihat hubungan antar parameter. Hasil pengukuran DOM didapatkan air tanah < 10 m di Kelurahan Cigugur Tengah mengandung DOM aromatik yang tinggi (asam amino) yang berasal dari IPAL Komunal. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi IPAL Komunal di wilayah ini. Tidak ada hubungan antara KMnO4 dan CDOM dalam air tanah di Kelurahan Citeureup mengindikasikan DOM berasal dari sedimen atau batuan tanah lempung. Sehingga, tingkat risiko sanitasi sektor air limbah yang rendah tidak merepresentasikan rendahnya DOM dalam air tanah.