// <![CDATA[KAJIAN PENENTUAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIMETA KABUPATEN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 ZULFIKAR MUHAJIR FALAH DINZIAD/252016056 Penulis
Sungai Cimeta merupakan anak sungai dari Sungai Citarum di Kabupaten Bandung Barat, outlet sungai langsung masuk ke Sungai Citarum. Pencemaran Sungai Citarum telah membahayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar badan air. Berbagai penyakit diderita oleh orang yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) seperti gangguan sistem saraf akibat logam berat, penyakit kulit, dan infeksi. Daerah Aliran Sungai Cimeta mencakup 29 desa, berdasarkan jumlah desa yang dilewati akan mempengaruhi peningkatan penggunaan lahan domestik seiring dengan peningkatan populasi yang dapat menyebabkan peningkatan air limbah domestik yang dihasilkan, untuk menurunkan kualitas Sungai Cimeta, sehingga pencemaran air yang ditimbulkan di Sungai Cimeta akan menumpuk di Sungai Citarum. Tujuan dari penelitian adalah merancang sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD) di DAS Cimeta dimulai dengan melakukan analisis kualitas air untuk mengkaji lebih dalam peranan air limbah dari sektor domestik terhadap pencemaran yang terjadi di Sungai Cimeta. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 8 dari total 18 parameter yang diukur telah melebihi baku mutu PP 22/2021 kelas 2. Status mutu Sungai Cimeta di bagian hulu, tengah, dan hilir dikategorikan tercemar berat dengan nilai Indeks Pencemar >10, sehingga harus dilakukan upaya pengendalian pencemaran air limbah domestik untuk menurunkan beban pencemar, sehingga dapat memperbaiki kondisi kualitas badan Sungai Cimeta Secara optimal. Berdasarkan hasil analisis penapisan penentuan jenis SPALD di DAS Cimeta mengacu pada PerMenPUPR No. 4 Tahun 2017, seluruh desa di DAS Cimeta (29) dapat menerapkan SPALD setempat (SPALD-S). Perencanaan SPALD-S di DAS Cimeta dilakukan 20 tahun perencanaan, yaitu tahun 2021-2041 yang di fokuskan pada desa zona prioritas pertama, pada akhir periode perencanaan tahun 2041 di zona prioritas pertama (8 Desa) DAS Cimeta telah menerapkan SPALD-S baik secara komunal dan individual dengan unit pengolahan yang dibangun sebanyak 257 unit tangki septik komunal (TSK) dan 6.715 unit tangki septik individual (TSI). Setelah diterpakannya SPALD-S di 8 desa ini mampu menurunkan beban pencemar sektor domestik sebesar 32,34 %.