// <![CDATA[PENENTUAN VARIASI OPTIMUM FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI MATERIAL PENETRAL AIR ASAM TAMBANG DALAM PENENTUAN STRATEGI PENIMBUNAN TAILING]]> 0428107505 - Dr. Eng. M. Candra Nugraha, S.T Dosen Pembimbing 1 TANTY KURNIASARI/252017036 Penulis
Kegiatan pertambangan emas menghasilkan sisa berupa tailing yang berpotensinya menghasilkan air asam tambang (AAT) karena adanya interaksi antara mineral sulfida dalam batuan dengan air dan udara. Sehingga perlu melakukan pencegahan terhadap potensi tersebut sebelum dilakukannya penimbunan dengan mencampurkan material yang bersifat basa yaitu fly ash dan bottom ash dengan tailing. Penelitian dalam skala laboratorium ini bertujuan untuk memperoleh kondisi paling optimum agar fly ash dan bottom ash mampu menetralkan air asam yang dihasilkan dari tailing sebelum dilakukannya penimbunan tailing. Pengukuran dilakukan dengan pengujian karakteristik yang meliputi geochemical static test untuk menentukan tailing maupun fly ash dan bottom ash berpotensi atau tidak berpotensi menghasilkan asam. Dilanjutkan menggunakan geochemical kinetic test dengan skenario pencampuran material, yaitu fly ash dengan tailing, bottom ash dengan tailing, maupun campuran fly ash bottom ash dengan tailing dengan masing-masing variasi penetral 2,5 kg/ton tailing, 5 kg/ton tailing, 7,5 2,5 kg/ton tailing, 10 kg/ton tailing, dan 15 kg/ton tailing. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan skenario pencampuran 90% fly ash dan 10% bottom ash dengan variasi penetral 15 kg/ton tailing dapat mencegah terbentuknya AAT yang ditunjukan dengan parameter utama yaitu nilai pH air lindian yang dihasilkan lebih besar atau basa dibandingkan skenario pencampuran lainnya. Sehingga skenario pencampuran tersebut dapat dilakukan penimbunan berdasarkan PerMenLHK no 6 tahun 2021 tentang tata cara dan persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.