KAJIAN PENERAPAN SAFE WATER GARDEN (SWG) DI DESA NAGRAK, KECAMATAN PACET, KABUPATEN BANDUNG
Pengelolaan air limbah domestik belum sepenuhnya terlaksana terutama pada daerah pedesaan di negara berkembang, hal ini disebabkan oleh kendala di bidang sosial dan ekonomi. Teknologi Safe Water Garden (SWG) diperkenalkan sebagai upaya mengatasi buruknya sistem sanitasi di pedesaan khususnya Indonesia. Pada tahun 2021, direncanakan implementasi SWG di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung sebagai percontohan dalam mengembangkan riset SWG. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji penerapan SWG agar menjadi sistem pengolahan air limbah domestik yang efisien dari segi biaya. Kajian yang dilakukan mencakup (1) uji perkolasi tanah sesuai SNI 2389:2017, (2) menghitung timbulan air limbah yang masuk ke dalam sistem SWG, (3) menghitung kebutuhan luas taman SWG, (4) menghitung alat dan bahan konstruksi, serta kebutuhan biaya. Hasil kajian memperlihatkan sebanyak 25 titik SWG dapat dibangun dengan luas taman kurang dari rekomendasi 6m2 menurut Safe Water Gardens Pte. Ltd., 2 titik SWG sesuai dengan rekomendasi, dan 3 titik SWG harus dibangun lebih besar dari rekomendasi. Oleh karena itu, melakukan perhitungan luas taman dengan mempertimbangkan angka perkolasi tanah dan jumlah timbulan air limbah yang masuk kedalam sistem pada tahap perencanaan dapat memberikan pengaruh terhadap biaya konstruksi SWG dan kebutuhan lahan yang digunakan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2022).KAJIAN PENERAPAN SAFE WATER GARDEN (SWG) DI DESA NAGRAK, KECAMATAN PACET, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN PENERAPAN SAFE WATER GARDEN (SWG) DI DESA NAGRAK, KECAMATAN PACET, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2022.Text
MLA Style
.KAJIAN PENERAPAN SAFE WATER GARDEN (SWG) DI DESA NAGRAK, KECAMATAN PACET, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2022.Text
Turabian Style
.KAJIAN PENERAPAN SAFE WATER GARDEN (SWG) DI DESA NAGRAK, KECAMATAN PACET, KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2022.Text