// <![CDATA[EFISIENSI PENGGUNAAN MATERIAL PRESERVASI MIKROORGANISME (MPMO) DALAM PENYISIHAN TIMBAL (Pb), KROMIUM (Cr), DAN WARNA PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN REAKTOR BATCH]]> 0413087802 - Dyah Asri Handayani Taroepratjeka, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Dr. Dyah Marganingrum, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 JUNITA FACHRIEA GANI/252017080 Penulis
Kegiatan industri teksil selain menghasilkan produk tentunya menghasilkan limbah cair. Limbah cair ini memiliki kontaminan timbal (Pb), kromium (Cr) dan warna karena proses pewarnaan memerlukan logam berat dalam mengikat warna pada serat kain kemudian menghasilkan sisa zat warna. Pengolahan biologi berpotensi dalam penyisihan parameter tersebut yaitu material preservasi mikroorganisme (MPMO) karena mengandung bentonit dan Bacillus licheniformis. Bentonit memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi karena mengandung kation Heksadesil Trimetil Ammonium Bromida (HDTMA-Br) sedangkan Bacillus licheniformis memiliki enzim Chromate Reductase (ChrR) dan Pbr Operon yang dapat menyisihkan Cr, Pb dan warna dengan cara bioremediasi oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi penyisihan Cr, Pb dan warna oleh MPMO. Pengolahan air limbah tekstil PT.X dilakukan skala laboratorium pada 3 variasi reaktor batch yangi selama 16 hari secara aerob, pH 6-7 dan tepung tapioka sebagai nutrisi utama. Sebelum masuk pada tahap pengolahan dilakukan persiapan bakteri yang terjadi selama 10 hari, Volatile Suspended Solid (VSS) sebagai indikator kesiapan bakteri dan pH sebagai kontrol pertumbuhan bakteri. Metode yang digunakan untuk pengukuran Pb, Cr, warna dan VSS yaitu Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) secara nyala dan spektrofotometri. Hasil pengukuran karakteristik limbah cair industri tekstil X konsentrasi Cr 6,8575 mg/l, Pb 22,2428 mg/l dan warna 220 Pt-Co. Penggunaan MPMO dapat menyisihkan konsentrasi Cr 86,48 hingga 88,95%, Pb 84,21 hingga 86,15% dan warna 100% dari limbah cair industri tekstil.