// <![CDATA[IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK TERLARUT DALAM AIR TANAH SEBAGAI INDIKATOR PENCEMARAN DARI FASILITAS SANITASI YANG TIDAK AMAN DI KOTA CIMAHI]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 2 0403047803 - Moh Rangga Sururi., S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 BELLA CHRISTINA/252017104 Penulis
Kehadiran Dissolved Organic Matter (DOM) dalam air tanah dapat menjadi indikator kontaminasi air limbah domestik dari tangki septik karena konstruksinya tidak sesuai standar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar fasilitas sanitasi tidak aman mempengaruhi kualitas air sumur dangkal di Kota Cimahi, pada wilayah dengan risiko sangat rendah dan sangat tinggi pencemaran air limbah domestik menurut EHRA (Environmental Health Risk Assesment). Konsentrasi dan karakteristik DOM dilacak melalui pengukuran parameter Chromophoric Dissolved Organic Matter (CDOM) menggunakan panjang gelombang 254 nm (UV254), 355 nm (UV355) dan rasio 300 nm dengan 400 nm (UV3/UV4). Penelitian ini menunjukan parameter labilitas DOM (COD dan KMnO4) tidak berkorelasi signifikan dengan CDOM. Namun, hasil CDOM dikonfirmasi melalui karakterisasi komponen Fluorescence Dissolved Organic Matter (FDOM) dan mengindikasikan kualitas air tanah kedua wilayah terkontaminasi air limbah domestik, ditunjukkan oleh tingginya senyawa mirip triptofan (T1 dan T2), tetapi terdapat juga kontribusi senyawa mirip humat sebagai senyawa organik alami dari sumber terestrial, dan adanya aktivitas mikroba dari nilai FI ( sampel C6-H5 =31.55 dan sampel C8-H1= 5,98 > 1,9) dan BIX (sampel C6-H5 = 1,41 > 0,8-1,0 dan (0,8 > sampel C8-H1= 0,87 < 1).