// <![CDATA[REBRANDING TOKO ROTI & KUE WILTON]]> Andy Hadinata / 332007026 Penulis Della Meiralarasari S.Ds Dosen Pembimbing 2 Fanhas Atsar M.Ds. Dosen Pembimbing 1
Wilton merupakan toko roti & kue berbasis industri rumah tangga yang berdiri pada tahun 2001. Produk yang ditawarkan Wilton antara lain adalah aneka roti, kue, dan bolu, yang keseluruhan produknya adalah buatan sendiri. Diferensiasi yang dimiliki Wilton yang membedakannya dengan produk lain adalah produknya yang homemade, pelayanannya yang kekeluargaan, serta produknya yang berorientasi pada keluarga. Sangat disayangkan, meskipun telah berdiri hampir 13 tahun lamanya, brand awareness terhadap Wilton masih dirasa lemah, sehingga seringkali terjadi salah persepsi terhadap brand Wilton. Hal ini dikarenakan pemilik Wilton belum memikirkan brandnya dan lebih berfokus pada produksi. Selain itu terdapat pula masalah yang berkaitan dengan keilmuan desain komunikasi visual, antara lain sistem identitas Wilton yang tidak sesuai karakter dan masih serupa dengan kompetitor serta belum adanya strategi komunikasi. Tujuan dilakukannya perancangan ulang brand Wilton adalah untuk menanamkan persepsi baru, dikarenakan brand Wilton sebelumnya telah dipersepsi salah sebagai brand roti yang mewah dan mahal. Padahal pada kenyataannya, Wilton merupakan brand roti rumahan, dengan produknya yang homemade dan kekeluargaan. Proses perancangan ulang brand Wilton ini antara lain meliputi perancangan ulang sistem identitas dan perancangan strategi komunikasi. Dari hasil perancangan brand Wilton yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kunci keberhasilan dalam proses rebranding, hal itu antara lain kecermatan dalam menggali insight target audience, kejelian memunculkan diferensiasi brand, konsep pesan yang kuat, tone and manner yang tepat, sistem identitas yang konsisten, serta strategi komunikasi yang berangkat dari insight target audience. Dari kesimpulan tersebut disarankan agar Wilton dapat menjaga dan mengaplikasikan sistem identitas yang baru serta terus melakukan inovasi baik dari segi komunikasi maupun produk. Proses branding tidak akan pernah terhenti selama brand itu masih ada, sehingga diperlukan konsistensi dalam menjaga dan tentunya mengembangkan brand.