// <![CDATA[PERANCANGAN EKOWISATA “HALU CULTURE EXPERIENCE” DENGAN PENERAPAN KONSEP NEO VERNAKULAR SUNDA DI GUNUNG HALU, BANDUNG]]> 0401106101 - Dwi Kustianingrum Ir, MT. Dosen Pembimbing 1 DANI KRISYANDI/212017117 Penulis
Sektor pariwisata di Indonesia terus meningkat dengan cepat. Peningkatan ini dirasakan setelah meredanya virus pandemik yang melanda seluruh dunia. Khususnya provinsi Jawa Barat, peningkatan jumlah wisatawan naik dengan cepat setahun terakhir. Hal ini didukung oleh perkembangan kualitas serta kuantitas pariwisata di Jawa Barat. Namun, perkembangan ini belum merata disemua objek pariwisata di Jawa Barat karena masih terdapat wilayah yang memiliki potensi baik namun pengelolaan pariwisata yang masih belum bisa bersaing dari segi fasilitas salah satunya adalah wilayah Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. Gunung Halu memiliki potensi wisata alam yang baik, seperti lansekap yang indah, kebudayaan Sunda yang masih dilestarikan, sampai hasil bumi kopi dan teh yang baik di wilayah ini. Berdasarkan potensi yang dimiliki Gunung Halu, maka akan dibangun Halu Culture Experience, sebuah ekowisata yang memiliki fasilitas pusat informasi wisata, toko cinderamata, workshop pengolahan kopi, river tubing, restoran, penginapan, ruang pertemuan dan amphitheater. Ekowisata ini akan dibangun dengan konsep Neo Vernakular Sunda. Konsep ini akan diterapkan pada peletakan tatanan masa bangunan, bentuk bangunan, fasad hingga ruang dalam. Pemilihan neo vernakular bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Sunda, kemudian sedikit atau banyaknya mengalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern atau lebih maju tanpa melupakan nilai dari kebudayaan Sunda itu sendiri.