// <![CDATA[ANALISIS OPERASI 80 GERBONG BARANG DI SUMATERA SELATAN DAN DAMPAK AUTOMATIC COPLER TERHADAP PERISTIWA WHEEL CLIMBING]]> Prof. Ir. Partosiswojo Dosen Pembimbing 1 BUDl SULISTYAWAN / 12-1998-078 Penulis
Transportasi darat di Indonesia banyak jenis-jenisnya, dari kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat ataupun lebih bahkan sarnpai kereta api, dan kereta api merupakan alternatif yang paling tepat dalam hal kapasitas muatan, karena kereta api mempunyai kapasitas muatan yang lebih besar ataupun Jebih banyak jika dibandingkan dengan alat transportasi darat lainnya. Dalam pengoperasiannya, kereta api tidak bisa lepas dari gaya tarik maupun gaya tahanan. Gaya Tarik dibutuhkan untuk menarik beban yang ditariknya, sedangkan gaya tahanan timbul karena adanya gaya tarik. Pada saat pengoperasiannya, gaya tarik diharapkan lebih besar daripada gaya tahanan, karena dengan gaya tarik yang lebih besar dari gaya tahanan, berarti lokomotif mampu menarik beban ( gerbong barang ). Akan tetapi jika sebaliknya, yaitu apabila gaya tarik lebih kecil dari gaya tahanan berarti lokomotif tidak mampu menarik beban. Dalam pengoperasiannya, kereta api juga tidak bisa lepas dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadinya peristiwa keluar rei dan lain sebagainya