// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA PENYETERIKAAN DENGAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI DAN FISIOLOGI (Studi Kasus di PD Ramona Bandung)]]> Ir.Yuniar, MT. Dosen Pembimbing 1 Ir. Caecillia S. W., M.T. Dosen Pembimbing 2 SEZIERA OLGALITA / 13-1999-183 Penulis
PD Ramona adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertekstilan yang menghasilkan produk busana muslim. Pembuatan satu produk busana muslim melewati beberapa proses, mulai dari memola lalu memotong kemudian diobras dan dijahit sampai menjadi satu pakaian utuh dan untuk penyelesaiannya pakaian tersebut diseterika sehingga pakaian yang dihasilkan rapih. Berdasarkan hasil pengamatan, proses penyeterikaan merupakan salah satu . stasiun kerja di PD Ramona yang belum memiliki kondisi kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Tinggi kaki meja seterika yang terlalu rendah membuat operator hams membungkuk untuk dapat menyeterika, sehingga operator mudah Ielah. Ukuran meja seterika yang terlalu lebar membuat meja tidak efisien karena banyak bagian meja yang tidak terpakai. Gamis yang belum dan telah diseterika belum memiliki tempat penyimpanan khusus, sehingga gamis yang belum dan sudah diseterika masih terletak di sembarang tempat. Kondisi temperatur di stasiun kerja penyeterikaan cukup tinggi sehingga dikhawatirkan mempengaruhi performa kerja dari operator. Dari beberapa permasalahan di atas maka hams dilakukan perbaikan sehingga hasil yang didapatkan optimal. Perbaikan stasiun kerja penyeterikaan menggunakan pendekatan ergonomi yang sesuai diterapkan untuk memberikan solusi pada masalah. Ilmu ergonomi yang digunakan adalah pendekatan antropometri yang difokuskan pada User Centre Design untuk membantu perbaikan yang berhubungan dengan ukuran dimensi fasilitas. Dan untuk membantu menyamankan lingkungan fisik maka pendekatan yang digunakan adalah fisiologi kerja. Usulan dimensi fasilitas stasiun kerja penyeterikaan dapat dilihat pada tabel berikut ini :