// <![CDATA[RANCANGAN USULAN PERBAIKAN FASILITAS & LINGKUNGAN DI TEMPAT IBADAH DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI ( Studi Kasus Gereja Kemuning Bandung)]]> Arie Desrianty, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Lasty Noviera / 13-2001-039 Penulis Caecilia S.W,lr,MT Dosen Pembimbing 1
Ibadah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan setiap umat beragama dimana tata ibadah setiap umat beragama berbeda antara satu dan lainnya. Gereja merupakan tempat ibadah bagi umat Kristiani. Gereja merupakan suatu fasilitas fisik umat Kristiani dalam beribadah, disamping itu dalam peribadatannya beribadah tidak terlepas dari fasilitas-fasilitas yang ada pada gereja itu sendiri. Beberapa fasilitas yang sering digunakan dalam suatu ibadah yang dilakukan di dalam gereja adalah kursi, mimbar, dan lain-lain. Kenyamanan dalam beribadah didukung juga dengan lingkungan serta suasana yang tercipta di sekitar gereja. Lingkungan yang nyaman merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keinginan umat untuk beribadah dengan lebih berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh. Untuk itu diperlukan fasilitas gereja dengan lingkungan yang nyaman. Pada penelitian ini digunakan pendekatan ergonomi dan lingkungan kerja untuk mengevaluasi kondisi fasilitas dan lingkungan saat ini. Evaluasi fasilitas dilakukan dengan cara membandingkan dimensi fasilitas yang ada dengan dimensi tubuh manusia (Nurmianto, 1998) menggunakan program Mannequin Pro. Evaluasi lingkungan fisik dengan mengukur temperatur dan intensitas cahaya pada saat ibadah berlangsung sehingga dapat diketahui kondisi saat ini apakah masih dalam batas normal atau tidak. Berdasarkan hasil evaluasi, perbaikan untuk fasilitas dilakukan pada kursi kapasitas 4 ,kursi kapasitas 6 dan kursi balkon pada bagian tinggi sandaran, tinggi kursi, tinggi tempat sujud dan jarak kursi ke tempat berlutut. Pada fasilitas mimbar perbaikan yang dilakukan yaitu pada tinggi mimbar. Perbaikan fasilitas dilakukan dengan mengubah dimensi fasilitas sesuai dimensi tubuh manusia. Untuk lingkungan, perbaikan yang dilakukan hanya pada intensitas cahaya saja. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan menambah lampu pada titik-titik tertentu dengan alternatif lampu yang dapat digunakan yaitu lampu halogen dan fluoresens.