// <![CDATA[PERANCANGAN WISATA EDUKASI PAWON HISTORICAL AREA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP NEO VERNAKULAR SUNDA]]> 0410087102 - Nur Laela Latifah ST, MT Dosen Pembimbing 1 DIAN NITTA EFAFRAS/212018039 Penulis
Seiring perkembangan zaman generasi saat ini cenderung makin kurang tertarik untuk mengenal budaya asli daerah di Indonesia. Fenomena ini makin bertambah dangan adanya pandemi Covid-19 yang telah memberi dampak signifikan terhadap penurunan kunjungan ke tempat wisata budaya karena terpaksa harus ditutup sementara atau diberlakukan pembatasan jumlah pengunjungnya. Dengan adanya pengaruh asing pada gaya hidup maka sudut pandang terhadap pentingnya nilai sejarah juga menjadi memudar. UNESCO menyatakan bahwa dari peninggalan bersejarah yang langka di situs arkeologi Goa Pawon Kabupaten Bandung Barat maka kawasan tersebut layak untuk dijadikan cagar alam, sehingga memiliki potensi untuk diolah sebagai tempat wisata yang informatif dan menarik. Melalui analisis deskriptif kualitatif dilakukan proses desain kawasan wisata edukasi Pawon Historical Area yang menerapkan tema neo vernakular Sunda, dengan bangunan utama berupa museum berisi ruang pamer, perpustakaan, dan pottery workshop, serta visitor centre. Konsep perancangan tapak dan seluruh bangunan kawasan wisata ini mengacu pada adat istiadat dan filosofi arsitektur Sunda di Kampung Tonggoh, tetapi diselesaikan dengan penggunaan material dan konstruksi modern termasuk adanya sentuhan teknologi pada fasilitas untuk pengunjung di ruang pamer museum dan perpustakaan. Berdasarkan fungsinya yang penting diharapkan Pawon Historical Area dapat mendukung pelestarian budaya asli Sunda dan menjadi model perencanaan kawasan wisata edukasi lainnya di Indonesia.