// <![CDATA[MENGENALKAN KEMBALI SOSOK SASTRAWATI NH. DINI MELALUI BUKU ILUSTRASI BERJENIS COFFEE TABLE BOOK]]> Mariyam Asyiah / 332009053 Penulis Wiwi Isnaini, M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Daeng Arifiani, S.Ds. Dosen Pembimbing 2
Nh. Dini dengan nama lengkapnya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936 yang saat ini berumur 77 tahun. Nh. Dini adalah seorang sastrawati yang setia pada profesinya, menulis hampir selama 63 tahun, ia adalah perempuan Jawa tulen yang selalu mempertahankan kebudayaannya dimanapun Nh. Dini berada. Nh. Dini pernah menikah dengan seorang diplomat Prancis, dengan dikarunia satu anak perempuan dan satu anak laki-laki dan tinggal di berbagai negara asing, seperti Jepang, Eropa, dan Amerika, yang mempengaruhi karya-karya novelnya tidak konvensional. Nh. Dini adalah pelopor penulis perempuan Indonesia yang menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia lainnya untuk menulis. Karya-karya novel Nh. Dini juga membuat sastra dan perempuan indonesia dikenal di dunia luar. Kini Nh. Dini namanya kian pudar di kalangan generasi muda khususnya yang menyukai sastra, generasi muda masa kini tidak tahu Nh. Dini. 80% generasi muda khususnya perempuan yang menyukai sastra, tidak tahu Nh. Dini, hal ini dikarenakan adanya pandangan skeptis terhadap sastra lokal. 85% berpendapat tentang sedikitnya pilihan bagi mereka akan cerita yang variatif karena kebanyakan karya sastra terutama novel jaman sekarang bertema kekonyolan dan percintaan remaja, 75% berpendapat bahwa pengarang Indonesia kurang bisa membuat karya sastranya menarik perhatian, dari segi isi maupun visualnya (cover). Sehingga menyebabkan 70% lebih tertarik dengan sastra luar dari pada dalam negeri, karena selain isi ceritanya yang variatif dan berbobot tapi mudah dimengerti, dari segi visual (cover) pun lebih menarik. Buku ilustrasi berjenis Coffee Table Book merupakan solusi untuk memecahkan masalah ini. Karena Coffee Table Book akan menarik perhatian dari generasi muda sehingga akan lebih mudah mengenalkan kembali sastrawati Nh. Dini. Selain itu dapat membuat generasi muda melihat sudut pandang lain dari sastra Indonesia yang selama ini para generasi muda skeptis terhadap sastra Indonesia. Tentunya dengan harapan bahwa jangka panjangnya generasi muda tidak hanya membaca dan mengoleksi buku-buku sastra hasil pengarang luar negeri, tetapi juga sastra dalam negeri terutama buku sastra karya Nh. Dini ini.