// <![CDATA[BRAND COMMUNICATION KERATON KASEPUHAN CIREBON]]> Dewi Iriani / 332009057 Penulis Agus Djatnika, M.Sn Dosen Pembimbing 1 Fanhas Atsar, M.Ds Dosen Pembimbing 2
Keraton Kasepuhan Cirebon adalah istana peninggalan Kesultanan Cirebon yang didirikan pada tahun 1479 M. Pada masa kejayaannya istana tersebut menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat, tepatnya pada abad ke-15 masehi. Keunikan yang dimiliki keraton ini adalah kebudayaannya yang merupakan hasil akulturasi tiga kebudayaan, yakni Hindu, Cina, dan Islam. Hal ini dikarenakan, Sunan Gunung Jati yang menjadi sultannya pada saat itu berusaha menyebarkan agama Islam dengan cara-cara yang ramah, yaitu melalui produk-produk kebudayaan Hindu karena pada saat itu sebagian besar masyarakat Jawa Barat menganut kepercayaan Hindu. Beliau kemudian mengadaptasi kebudayaan tersebut dengan memasukkan unsur-unsur ajaran Islam ke dalam berbagai produk budaya seperti tarian, lukisan, motif, upacara adat, hiburan masyarakat, dan sebagainya. Alhasil kebudayaan yang dimiliki Keraton Kasepuhan memiliki fisik budaya Hindu namun bernafaskan Islam. Dewasa ini tak banyak orang yang mengetahui baik keberadaannya maupun eksistensinya sebagai pusat dakwah Islam dimasa lalu. Masyarakat awam bahkan memiliki persepsi negatif terhadap budaya keraton yang dianggap dekat dengan hal-hal yang syirik. Masyarakat tak mengetahui adanya maksud-maksud tertentu dibalik penggunaan budaya tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perencanaan mengangkat kembali citra Keraton Kasepuhan Cirebon agar masyarakat dapat mengetahui makna keberadaannya yang sebenarnya.