// <![CDATA[PENERAPAN PENDEKATAN IMERSIF DAN PARTISIPATIF PADA PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM DE TJOLOMADOE]]> 0423087701 - Detty Fitriany, S.Sn., MT., M.Sn. Dosen Pembimbing 1 0430068604 - Andika Dwicahyo Ariwibowo, S.Ds., M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Moh. Nauval Andang / 31-2017-023 Penulis
Gula menjadi sebuah kebutuhan pokok yang hingga saat ini, terutama digunakan dalam aspek pangan dan makanan. Tidak hanya itu gula sendiri sudah menjadi komoditas utama hingga saat ini yang dibutuh kan setiap masyarakat di seluruh dunia. Revitalisasi sebuah bekas pabrik gula menjadi museum De Tjolomadoe menjadi tempat peninggalan juga cagar budaya yang mampu menginformasikan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kejadian masa lampau tentang proses produksi gula juga pembentukan identitas juga perjuangan bangsa pada bidang pangan. Namun pada Museum De Tjolomadoe masih membutuhkan pengoptimalan dalam mengelola juga mengolah sumber dokumen yang ada sehingga sebuah museum dapat optimal dalam menyampaikan informasi bagaimana sejarah pabrik gula itu sendiri. Perancangan suasana yang mampu selaras dengan benda koleksi yang ditampilkan serta sirkulasi antar ruang, mampu merealisasikan museum yang tidak hanya konservatif dan edukatif namun juga menampilkan display yang menarik dan mudah dimengerti pengunjung. Pengalaman berbeda juga diharap mampu dirasakan pengunjung lewat suasana ruang yang memiliki cerita tersendiri. Pengadaan fasilitas khusus yang baik pada benda koleksi diharap mampu mempermudah penyimpanan, pendokumentasian, serta pemeliharaan. Dengan menerapkan sistem imersif dan partisipatif, dapat memberikan pengalaman lebih terhadap pengunjung mengenai informasi pada museum De Tjolomadoe Sendiri. Perancangan EGD yang baik mampu melengkapi penyampaian informasi yang dapat digunakan pengunjung sebagai pengarah pengunjung selama berada dalam museum. Maksimalnya segala aspek yang telah dipertimbangkan tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan aktifitas dan fasilitas dalam museum hingga mampu meningkatkan citra serta menumbuhkan eksistensi dan konsistensi rasa pentingnya pelestarian cagar budaya.