// <![CDATA[PERANCANGAN KAMPANYE MENGURANGI KONSUMSI JAJANAN YANG MENGANDUNG ZAT ADITIF BERBAHAYA BAGI ANAK SEKOLAH DASAR]]> Maya Fatha Haqaditia / 332009063 Penulis Ganis Resmisari, M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Eny Dewijani, S.Sn. Dosen Pembimbing 2
Pada zaman sekarang jajanan dipandang oleh anak-anak sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka yang paling praktis dan efisien. Karena makanan jajanan kini telah tersedia dimana saja, sehingga mudah untuk mendapatkannya. Namun, makanan jajanan yang cenderung banyak dikonsumsi akhir-akhir ini banyak menimbulkan pro dan kontra. Dari satu sisi untuk ibu rumah tangga yang juga bekerja di luar rumah, makanan jajanan memberikan keuntungan dan kemudahan dalam penyajian. Akan tetapi makanan jajanan yang dipasarkan saat ini menggunakan berbagai bahan aditif yang bertujuan untuk mengawetkan dan memberikan citarasa yang lebih baik pada produknya. Kekhawatiran yang muncul akibat adanya bahan aditif ini adalah adanya efek negatif dari bahan tersebut yang berdampak pada kesehatan konsumen. Selain dari bahan aditif, efek tersebut juga dapat berasal dari kemasan yang digunakan. Efek negatif yang dapat terjadi antara lain dihubungkan dengan penyakit degeneratif. Perancangan Kampanye mengurangi jumlah konsumsi jajanan yang mengandung zat aditif berbahaya bagi anak SD bertujuan agar anak-anak turut serta dalam memahami tentang bahaya zat aditif yang dikhususkan untuk anak-anak di Kota Bandung, serta supaya masyarakat lebih memperhatikan dan yakin bahwa zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Perancangan ini diawali dengan observasi pada sekolah-sekolah dasar, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Badan POM, , serta tanggapan masyarakat Kota Bandung dengan menggunakan metode 5W1H untuk mendapatkan masalah-masalah yang terjadi melalui pertanyaan What, Where, When, Why, Who dan How. Adapun metode metode lain yang digunakan seperti Laswell’s Model, SWOT Analisis, dan AIDA untuk memperkuat dan memfokuskan masalah yang sebenarnya serta memantapkan media yang tepat sebagai solusinya.