// <![CDATA[PERANCANGAN MUSEUM CIKAL PRAKSARA DI GUA PAWON DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR]]> 0411026703 - Utami, Ir, MT Dosen Pembimbing 1 NAZLA ILMANIA TSAKOVA/212018107 Penulis
Kabupaten Bandung Barat bagian dari wilayah bandung yang terletak di bagian barat dari kota bandung. Di Kabupaten Bandung Barat memiliki beragam objek wisata atau destinasi wisata yang bisa dikunjungi sebagai tempat untuk melepaskan Lelah sejenak. Salah satu dari sekian banyaknya destinasi wisata yaitu situs Gua Pawon. Situs Gua pawon merupakan destinasi atau situs gua yang keberadaaannya di nilai penting sebagai asal muasal sejarah terkuaknya peradaban manusia prasaejarah terutama untuk masyarakat sunda. Temuan-temuan fosil yang ditemukan di situs Gua Pawon terdiri dari rangka tulang belulang baik manusia, maupun hewan, Adapun yang linnya seperti artefak batu, alat-alat bertahan hidup dan masih banyak lainnya. Semakin banyaknya penemuan tulang belulang yang di dapat dari situs gua pawon, hal ini membuat penemuan sulit di taruh di balai arkeologi karena kapasitas Gedung untuk istus hasil gua pawon sudah tidak dapat menampung hasil penemuan. Museum dirasa sangat dibutuhkan sebaga fasilitas utama yang bisa menampung hasil penemuan dan tidak memungkiri bisa digunakan sebagai destinasi wisata pendukung situs gua pawon. Museum bisa digunakan sebagai wadah kegiatan edukasi maupun hiburan bagi para pengunjung yang ingin menghilangkan rasa penat. Maka dari itu metode yang digunakan untuk membangun fasilitas tersebut ketika proses perancangan museum diambil pendekatan dengan memgambil tema Arsitektur Neo Vernakular yang menerapkan beberapa elemen pada bangunan modern yang terlihat pada bagian eksterior, interior, dan beberapa bagian bangunan yang mengacu pada pedoman arsitektur traditional sunda yang dikolaborasikan dengan arsitektur modern. Diharapkan penerpan Arsitektur Neo Vernakular pada bangunan dapat memberikan peran positif baik bagi alam atau lingkukngna sekitar maupun terhadap para pengunjung yang datang.