// <![CDATA[PERANCANGAN SAMBAS ISLAMIC CENTER DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ISLAM DAN UNSUR LOKALITAS DI KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT]]> 0401106101 - Dwi Kustianingrum Ir, MT. Dosen Pembimbing 1 PANJI MAALIKAL MULKI/212018181 Penulis
rsitektur islam tidak harus ditekankan pada ornamentasinya terutama pada interior karena ornamentasi pada interior bangunan karena dapat mengurangi konsentrasi pengguna dalam beribadah. Di setiap daerah atau negara, bangunan Islamic Center didesain berdasarkan kebutuhan dan letak topografinya. Bangunan Islamic Center yang ada di Eropa akan berbeda dengan Islamic Center yang ada di Asia atau bahkan di Indonesia. Adanya kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan beragama pada masyarakat muslim Indonesia memunculkan berbagai program keagamaan dari pemerintah dan lembaga agama dengan upaya mamfasilitasi kegiatan-kegiatan Islam, dengan membangun pondok pesantren, madrasah, juga masjid. Dengan menjadikan bangunan yang tidak hanya diperuntukan sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai tempat interaktif sosial, serta menjadi spot view menarik dimana bangunan mampu menciptakan ruang yang dinamis (aktif, responsif) terhadap pengguna maupun lingkungan fisik, yang diharapkan dapat menjadi pemecahan masalah terhadap kondisi pada lingkungan sekitar serta menyadarkan masyarakat melaui bangunan Islamic Center dan visual yang diberikan terhadap jati diri Kabupaten Sambas sebagai Serambi Madinah. Penerapan konsep Arsitektur Islam pada perancangan bangunan Sambas Islamic Center merujuk pada ayat-ayat ‘Quraniyah’ (berasal dari Al-Quran) dan ‘Kauniyah’ (bentuk hukum alam). Penerapan konsep Arsitektur Islam dengan memasukkan unsur nilai-nilai budaya Sambas pada masa Kesultanan Sambas Sebagai Serambi Madinah yang dapat melestarikan nilai-nilai budaya dari Sambas yang semakin hari tergerus oleh perkembangan zaman. Adanya Integrasi Arsitektur Islam dengan unsur Kesultanan Sambas dengan hadirnya ragam aktifitas yang ada pada Kesultanan Sambas.