// <![CDATA[PERANCANGAN MUSEUM ARKEOLOGI GUA PAWON SEBAGAI SARANA EDUKATIF REKREATIF DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK]]> 0404125901 - Dr. Ir. Nurtati Soewarno MT Dosen Pembimbing 1 NUR MUHAROMATUL AROFAH/212018187 Penulis
Seiring banyaknya pertumbuhan pembangunan yang tidak memperhatikan hubungan dengan kondisi alam sekitar menyebabkan turunnya kualitas lingkungan hidup yang diakibatkan oleh konsumsi energi secara berlebih pada bangunan yang mendorong terjadinya peningkatan pemanasan global, dengan ini diperlukan perancangan bangunan dengan memperhatikan iklim dan dampak bagi lingkungan sekitar. Perancangan museum Gua Pawon yang terletak di kabupaten Bandung Barat sebagai sarana edukasi rekreasi yang mewadahi hasil penemuan bersejarah di Gua Pawon ini menerapkan desain dengan tema arsitektur bioklimatik yang akan menciptakan integrasi bangunan dengan alam sekitar. Penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan dicapai dengan konsep hemat energi pada bangunan melalui banyaknya bukaan yang diterapkan pada atap “skylight” dan “curtain wall” yang mampu memberikan pencahayaan dan penghawaan alami secara maksimal sehingga dapat mengurangi penggunaan energi listrik khususnya pada siang hari dan dapat memberikan kenyaman termal bagi pengguna didalamnya. Selain itu bangunan ini mempertimbangkan hubungan bentuk arsitektur dengan lingkungannya, sehingga memiliki suatu hubungan yang harmonis, dengan perletakan massa bangunan yang berhubungan dengan landscape sekitar.