// <![CDATA[PENERAPAN MAKNA DESA KALA PATRA PADA INTERIOR RESORT DI UBUD BALI (STUDI KASUS :]]> 0402036601 - Bambang Arief, Drs., MSn Dosen Pembimbing 2 0418107601 - Anastasha Oktavia Sati Zein, S.Sn., M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Mufliansyah Rifda Faiq/312017015 Penulis
Resort atau sanggraloka adalah tempat untuk relaksasi atau rekreasi yang ditunjukan untuk menarik pengunjung untuk berlibur, resort sendiri menyediakan banyak keinginan pengunjung seperti pelayanan makan dan minum, penginapan, olahraga dan hiburan. Berdasarkan keputusan Dirjen Pariwisata No.14/U/11/1998 tentang Pelaksanaan Ketentuan Usaha dan penggolongan resort, resort dibagi menjadi beberapa tipe yaitu resort bintang 1, resort bintang 2, resort bintang 3, resort bintang 4, resort bintang 5 dan resort bintang 5 diamond. Selain itu resort memiliki sasaran untuk wisatawan yang akan berlibur sambil menikmati pemandangan alam dengan fasilitas-fasilitas yang tersedia di Resort, arsitektur dan desain interior resort berpengaruh untuk menjadi daya tarik supaya dapat menarik pengunjung. Akan tetapi sangat disayangkan pembangunan resort hotel tersebut hanya mengaplikasikan gaya modern masa kini dan budaya lokal pada interior yang tidak terlalu menonjol. Desa Kala Patra sebagai salah satu kearifan lokal Bali mampu diterapkan oleh pelaku wisata khususnya dibidang perhotelan. Pengimplementasian budaya Bali yang kuat diiringi Desa Kala Patra akan membuat COMO Uma Ubud Resort memiliki ciri khas yang mampu membuat para pengunjungnya beradaptasi dengan tempat, waktu, dan keadaan dan diseimbangkan dengan dengan gaya Tradisional – Kontemporer, Juga didalamnya bertemakan A Harmony With Nature diambil dari konsep awal dari COMO Uma Ubud Resort yakni ingin pengunjung yang datang dapat merasakan ketenangan dan terbebas dari penat kehidupan dunia. Kemudian dikemas kedalam gaya desain yang lebih modern agar lebih mudah dipahami filosofinya dengan material yang ramah didalamnya.