// <![CDATA[PENERAPAN TERKNOLOGI DAN SISTEM INTERAKTIF PADA MUSEUMSRIBADUGA]]> 0417046001 - Ibrahim Hermawan, Drs., M.Sn. Dosen Pembimbing 1 0427088707 - Maugina Rizki Havier, S.Ds., M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Galuh Dzakwan P/312017098 Penulis
Museum ini menjadi salah satu rujukan untuk koleksi sejarah sunda , maka dari itu banyak sekali koleksi yang memiliki nilai sejarah yang sangat banyak seperti Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika/Heraldika, Filologika, Keramik, Seni Rupa dan Teknologi.Tercatat secara keseluruhan Museum Sri Baduga memiliki tidak kurang dari 5.367 buah koleksi peninggalan bersejarah yang sangat tidak ternilai harganya. Museum Kebudayaan Sri Baduga sebagai tempat penyimpanan aset sejarah harus mampu mempersentasikan dengan baik berbagai peninggalan berupa cerita dan benda hingga mampu menginformasi serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kejadian di masa lampau yang merupakan pembentuk identitas kota bandung pada saat ini sedikit menyimpang dari fungsi yang seharus nya menjadi tempat edukasi tentang kebudayaan tanah jawa barat, tetapi pada beberapa bagian terdapat koleksi atau area yang tidak sinkrondengan sejarah kebudayaan nya, seperti pada penemuan batuan batuan yang bukan di tempat yang seharus nya, serta pengoptimalan display pada konsep tata ruang perlu di lakukan dan peremajaan pada display pada museum ini, dan penerapan teknologi yang memumpuni musti di terapkan pada beberapa area agar memberikan pengalaman interaktif terhadap pengunjung Perancangan suasana yang mampu selaras dengan benda koleksi yang ditampilkan serta sirkulasi antar ruang, mampu merealisasikan museum yang tidak hanya konservatif dan edukatif namun juga menampilkan display yang menarik dan mudah dimengerti pengunjung. Pengalaman berbeda juga diharap mampu dirasakan pengunjung lewat suasana ruang yang memiliki cerita tersendiri. Pengadaan fasilitas khusus yang baik pada benda koleksi diharap mampu mempermudah penyimpanan, pendokumentasian, serta pemeliharaan. Dengan pengadaan sign sistem yang baik mampu melengkapi penyampaian informasi yang dapat digunakan pengunjung sebagai penuntun selama berada di dalam museum, dan memakimal kan karakter dari budaya jawa barat terhadap konsep estetis, serta memaksimal treatment dan cara penyimpanan sebuah koleksi asli agar terjaga dan aman.