// <![CDATA[Perancangan Buku Interaktif Anak 6-8 Tahun Mengenai Sampah Laut (Marine Debris) dan Dampaknya pada Mamalia Laut (Cetacean)]]> 0424057001 - Aris Kurniawan, S.Sn., M.Sn. Dosen Pembimbing 1 0426097405 - Sri Retnoningsih, S.Sn., M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Azka Afifah/332018031 Penulis
Laut merupakan salah satu lingkup perairan yang memiliki kemampuan dalam mempertahankan kelestarian ekosistemnya. Namun, karena hal tersebut masyarakat menganggap laut sebagai tempat pembuangan akhir karena volume air yang cukup besar dianggap mampu untuk melarutkan berbagai macam zat sehingga tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkup perairan (Ningsih, 2018). Dewasa ini, banyaknya faktor yang menjadi penyebab kerusakan lingkup perairan. Salah satu diantaranya adalah pencemaran. Pencemaran diyakini dapat menurunkan kualitas suatu lingkungan karena hal tersebut menyebabkan kerusakan dan mengganggu keberlangsungan ekologis serta keseimbangan laut. Mulai dari limbah pabrik hingga sampahdapat ditemukan di lingkup perairan dan menjadi sebab utama dari pencemaran. Menurut United Nations Environment Programme (2005), sampah laut (marine debris) merupakan hasil produksi manusia berupa barang padat yang dibuang secara sengaja ataupun tidak disengaja, lalu melalui arus air dan angin dari daratan materi ini pun berakhir di ekosistem laut. Jika dibandingkan dengan jumlah sampah yang semakin menumpuk, penelitian mengenai pengelolaan sampah laut sangatlah sedikit (Djaguna, 2019) dan hal tersebut tentunya menjadi ancaman besar bagi mamalia laut. Partikel sampah yang menyebar di lautan memiliki kemungkinan besar dikonsumsi oleh hewan-hewan tersebut dan berpotensi menyebabkan keracunan hingga kematian (Ningsih, 2018). Jika hal ini dibiarkan, keseimbangan laut akan terancam karena populasi mamalia laut yang kian menurun. Sangat disayangkan bahwa kesadaran masayrakat akan hal ini masih sangat minim. Maka dari itu, dibutuhkannya edukasi pada anak-anak mengenai sampah laut melalui buku interaktif sebagai bentuk pengenalan sampah serta dampak buruk bagi mamalia laut sehingga diharapkannya dengan media edukasi ini, anak dilatih untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta membentuk rasa empati untuk mamalia laut yang terancam.