// <![CDATA[PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI PERAYAAN SEKATEN YOGYAKARTA]]> Yogatama Wimasan / 332006089 Penulis Agus Djatnika, M.Sn. Dosen Pembimbing 1 Drs. Rahmat Natawigena Dosen Pembimbing 2
Dakwah Islam di Nusantara pada akhir abad ke-15 secara umum mengandalkan aspek tasawuf Islam dan menggunakan media kesenian. Tidak terkecuali di Pulau Jawa. Sekaten adalah salah satu bentuk perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Mulud yang pada awalnya ditujukan untuk menarik simpati penduduk lokal Jawa untuk secara ikhlas mau masuk ke dalam Agama Islam. Perayaan Sekaten masih terus dilaksanakan hingga saat ini. Pada perayaan Sekaten, terdapat berbagai urutan upacara yang sudah menjadi pakem perayaan. Dalam perayaan itu tersirat kearifan lokal masyarakat dan Kraton Yogyakarta dalam hal penghayatan kehadiran Allah dalam hati mereka. Rekayasa perayaan Sekaten sengaja diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I agar rakyatnya bersungguh-sungguh mendalami Islam dan menjadikan Agama Islam sebagai ageman (pakaian) mereka. Sesaji merupakan simbol. Dengan menggunakan berbagai macam sesaji seperti bubur, kembang, dan gunungan, mereka memasuki alam metakosmos, melakukan peleburan dengan Realitas Tertinggi. Pengkajian secara rinci tentang seluruh nilai kearifan lokal dalam perayaan Sekaten perlu dilakukan untuk kemudian dikomunikasikan kepada khalayak luas. Oleh karenanya, keilmuan desain komunikasi visual melalui perancangan ini diharapkan dapat menjadi “jembatan” bagi pencerahan akan kesadaran kebudayaan lokal yang adiluhung.