// <![CDATA[ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN (Studi Kasus di PT Pos Indonesia Direktorat Sumber Daya Manusia Sub Dit Pengembaogan SDM)]]> 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 EPNI WIELYANTlE / 13- 1999- 156 Penulis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dari budaya perusahaan terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan serta memberikan usulan untuk peningkatan prestasi kerja bagi PT Pos Indonesia (Persero) Sub Dit Pengembangan SDM. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan multi regresi linier, sehingga dapat diketabui seberapa besar pengaruh antara variabel independen (budaya perusahaan) terhadap variabel dependen (prestasi kerja). Data budaya perusahaan kerja didapat dari basil penyebaran kuesioner kepada seluruh bagian dalam Sub Dit Pengembangan SDM. Data prestasi kerja didapat dari hasil penyebaran kuesioner kepada atasan langsung dari tiap Sub Bagian dan Bagian, kuesioner budaya perusahaan menggunakan pendekatan dari Miller ( 1987), dan kuesioner prestasi kerja menggunakan Minnesota Satisfactoriness Scale (MSS). Hasil yang didapat dari penelitian bahwa azas kesatuan memiliki pengaruh yang positif dan azas prestasi merniliki pengaruh yang negatif terhadap prestasi kerja. Nilai adjusted Rsquare = 0,053 menunjukkan nilai kontribusi azas kesatuan dan azas prestasi terhadap prestasi kerja hanya sebesar 5,3 %. Dikarenakan pengaruh yang hanya sebesar 5,3 %, maka perlu diteliti untuk bagian-bagian lain dalam Sub Dit Pengembangan SDM yang terdiri dari empat bagian. Pada setiap bagian terdapat perbedaan nilai r dan nilai R2 yang menunjukkan perbedaan tingkat kontribusi dari faktor-faktor budaya perusahaan terhadap prestasi kerja. Dari persamaan terlihat adanya perbedaan faktor-faktor budaya perusahaan yang berpengaruh terhadap prestasi kerja. Hal tersebut menunjukkan adanya anak budaya dalam tiap bagian di Sub Dit Pengembangan SDM. Pada bagian Perencanaan SDM azas keakraban memiliki pengaruh positif terhadap prestasi kerja dengan nilai kontribusi sebesar 27,8 %. Bagian Pembinaan SDM azas tujuan dan azas empirisme memiliki pengaruh positif sedangkan azas prestasi memiliki pengaruh negatif terbadap prestasi kerja, nilai kontribusi sebesar 17,2 %. Untuk bagian Administrasi dan SlM didapatkan azas tujuan dan azas integritas merniliki pengaruh yang positif, azas prestasi merniliki pengaruh negatifterhadap prestasi kerja, dengan nilai kontribusi sebesar 45,7 %. Pada bagian Organisasi nilai kontribusi sebesar 81 ,6 % dengan azas tujuan dan azas keakraban memiliki pengaruh positif sedangkan azas keunggulan memiliki pengaruh yang negatif terhadap prestasi kerja. Upaya yang dilakukan untuk peningkatan prestasi kerja yaitu pada bagian Perencanaan SDM difokuskan untuk meningkatkan hubungan kerja antara pimpinan terhadap karyawan dan sebaliknya serta antar karyawan. Pada bagian Pembinaa:n SDM diperlukan sosialisasi lebih lanjut untuk kebijaksanaan dan tuntutan perusahaan terhadap karyawan serta memberlakukan pemanfaa:tan data dan nilai-nilai statistik dengan penggunaan yang tepat pada semua tingkat dalam perusahaan. Pada bagian Adrninistrasi dan SIM dilakukan sosialisasi untuk kebijaksanaan, tuntutan perusahaan, garis wewenang yang berlaku terhadap karyawan serta memberlakukan semua karyawan dengan adil, misalnya dalam memberikan penghargaan maupun hukuman. Pada bagian Organisasi dilakukan sosialisasi kebijaksanaan dan tuntutan perusahaan terhadap karyawan, meningkatkan motivasi dan dedikasi karyawan dalam pencapaian tujuan, serta mencoba mengikutsertakan karyawan dalam tiap pengambilan keputusan.