// <![CDATA[PERENCANAAN MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA DENGAN BIDANG KAJIAN PEMERIKSAAN BAHAYA PADA PABRIK PENGOLAHAN KARET (Studi Kasus di PT. KARYA PUTRA SANGKURIANG)]]> 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 LIA YULIANTI / 131999164 Penulis
Setiap perusahaan harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja, karena keselamatan dan kesehatan kerja tidak saja mutlak bagi para pekerja tetapi juga penting bagi perusahaan untuk menekan jumlah kecelakaan kerja dan mengurangi biaya kecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan kaja telah dijadikan standar tersendiri pada lembaga-lembaga pemerintahan, yaitu dalam peraturan ketenagakerjaan yang dicantumkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.PER.05/Men/1996. PT. Karya Putra Sangkuriang adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang rubber industri. Proses produksi di PT. Karya Putra Sangkuriang menngandung potensi bahaya kecelakaan yang disebabkan oleh mesin dan peralatan. Kecelakaan kerja juga disebabkan oleh ketidakdisiplinan operator dalam menggunakan perlengkapan pelindung diri yang telah disediakan oleh perusahaan seperti sarung tangan dan lain-lain. Selain itu lingkungan kerja yang cukup bising dapat mengganggu konsentrasi operator dalam bekerja sehingga dapat menimbulkan kccelakaan. Kecelakaan kerja yang sering terjadi yaitu di bagian mixing seperti terjepit kap, terjepit pintu, luka sayat dan luka memar. Upaya penanganan untuk menekan angka kecelakaan kerja khususnya yang terjadi di bagian mixing yaitu dengan melakukan perbaikan-perbaikan baik pada lingkungan kerja maupun perbaikan di dalam manajemen perusahaan. Perbaikan untuk lingkungan kerja dimulai dengan proses identifikasi potensi bahaya yang berasal dari mesin dan peralatan. Hasil identifikasi dianalisis dan dilakukan upaya pengendalian dengan melakukan perbaikan dalam bentuk usulan rancangan lingkungan kerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyarnan sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Usulan rancangan manajemen K3 melipuri rancangan perbaikan lingkungan kerja di bagian mixing yaitu untuk menurunkan temperatur/suhu ruangan dapat dilakukan dengan menambah atau memperbesar ukuran ventilasi, Menambahkan fan atau exhaust ventilasi yang diletakkkan di dinding ruangan mixing. Pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat diatur kecepatan putarannya, menggunakan penyekat dinding dan langit-langit yang kedap suara dan mengganti roda gigi dengan roda gigi yang baru. Selain itu pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan melindungi pekerjan dari kebisingan dengan menggunakan alat pelindung diri berupa sumbat telinga (ear plug) dan tutup telinga (ear muff). Penambahan pencahayaan dapat dilakukan dengan penambahan intensitas cahaya yaitu dengan menambah lampujluorensi yang mempunyai daya 25 watt yang menghasilkan cahaya sebesar 12 lux. Penambahan lampu fluorensi yang dibutuhkan yaitu sebanyak 3 buah, perawatan ventilasi udara yaitu dengan membersihkan ventilasi udara secara teratur dari debu dan kotoran yang menempel. Usulan rancangan manajemen yang meliputi: • Prosedur kerja, yang berisi instruksi kerja penggunaan mesin. • Prosedur penanggulangan keadaan bahaya yang meliputi: usulan prosedur pertolongan pertama kecelakaan dan usulan prosedur penanggulangan kebakaran. • Perbaikan program manajemen yang meiiputi: Program Penunjang Keamanan dan Keselamatan Pekerja, yang berisi perintah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan pekerja tentang pencegahan kecelakaan, kebakaran dan pertolongan pertama kecelakaan juga pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Program Perbaikan, Perawatan dan Pemeliharaan Mesin dan Fasilitas Pabrik, yaitu dengan melakukan perawatan mesin secara teratur. Usulan Formulir Kecelakaan, yang harus diisi olen pekerja bila terjadi kecelakaan kerja. Informasi Penunjang yang berupa display peringatan Keselamtan dan Kesehathan Kerja (KJ).