MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN ASSEMBLY KOMPONEN DENGAN WAKTU ASSEMBLY KONSTAN PADA FLOW SHOP 4 MESIN UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN
Cheng dan Wang (1999) mengajukan model penjadwalan untuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 2 mesin dengan kriteria mirumasi makespan. Pada model iru seriap job terdiri dari 1 unit common component dan 1 unit unique component. Common component dan unique component ini diproduksi pada mesin pertama dan setelah kedua komponen tersebut tersedia dirakit pada mesin kedua. Pada penelitiannya, Cheng dan Wang (1999) mengembangkan dua model, yaitu (l) Model untuk kasus waktu common componen identic dan (2) Model untuk kasus waktu assembly konstan. Penelitian ini hanya membahas penjadwalan untuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 2 mesin. Pada kenyataannya, proses produksi untuk membuat suatu produk biasanya dilakukan lebih dari 2 mesin. Selanjutnya Mubarok (2004) melakukan penelitian mengenai model penjadwalan untuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 3 mesin dan 4 mesin dengan kriteria minimasi makespan untuk kasus waktu common component identik.
Penelitian ini membahas model penjadwalan untuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 3 mesin dan 4 mesin dengan kritena minimasi makespan dengan waktu assembly konstan. Model penjadwalan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah (1) Model (F3/(c1,u1,a)/C max) yaitu model penjadwalan untuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 3 mesin dan (2) Model (F4/(c1,u1,a)/C max) yaitu model penjadwalan wttuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 4 mesin. Pada Model (F3/(c1,u1,a)/Cmax), proses fabrikasi untuk common component dan unique component dilakukan pada Mesin l dan Mesin 2, sedangkan proses assembly dilakukan pada Mesin 3 setelah kedua komponen tersebut tersedia untuk dirakit. Pada Model (F4/(c1, u1,a)/Cmax.), proses fabrikasi untuk common component dan unique component dilakukan pada 3 mesin pertama, sedangkan proses assembly dilakukan pada Mesin 4. Pada Model (F3/(c,u1,a)/ Cmax.) dan Model (F4 /(c1,u,a) /Cmax), common component diproses dalam batch, sedangkan unique component diproduksi sendiri-sendiri. Model (F4/(c1,u1,a)ICmax) adalah model yang lebib umurn. sehingga model tersebut dapat menyelesaikan masalah penjadwalan untuk fabrikasi dan assembly pada flow shop 3 mesin, dan 2 mesin. Algoritma untuk Model (F3/(c1,u1,a)/Cmavr.) dan Model (F4 /(c1, u1 ,a)/C max) bekerja dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah mengurutkan job, untuk Model (F3/(c,,u1,a)/Cmax) menggunakan metode Johnson dan untuk Model (F4/(c1 ,u1,a)/Cmax) menggunakan metode CDS (Campbell, Dudek, dan Smith). Tahap kedua adalah penentuan jumlah dan ukuran batch dengan menggunakan metode pemrograman dinamis.
Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan menggunakan dua skenario. Skenario pertama dilakukan untuk mengetahui cara kerja model sedangkan scenario kedua dilakukan untuk menguji parameter-parameter model.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN ASSEMBLY KOMPONEN DENGAN WAKTU ASSEMBLY KONSTAN PADA FLOW SHOP 4 MESIN UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN ASSEMBLY KOMPONEN DENGAN WAKTU ASSEMBLY KONSTAN PADA FLOW SHOP 4 MESIN UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN ASSEMBLY KOMPONEN DENGAN WAKTU ASSEMBLY KONSTAN PADA FLOW SHOP 4 MESIN UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN ASSEMBLY KOMPONEN DENGAN WAKTU ASSEMBLY KONSTAN PADA FLOW SHOP 4 MESIN UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2005.Text