// <![CDATA[RANCANGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI (Studi Kasus di CV. Adiputra Manunggal Inti Karet)]]> Ir Yanti Helianty, M.T Dosen Pembimbing 1 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 EVA NOVIANI NUGRAHA / 13-2000-007 Penulis
Ergonorni merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip ilmu pengetahuan. metode, dan data yang diambil dari berbagai macam disiplin ilmu untuk mengembangkan sebuah system rekayasa yang dibatasi oleh aturan yang berlaku (Kroemer el. al. hal I). secara spesifik ergonomi diartikan sebagai ilmu pelajaran mengenai karakteristik manusia yang diterapkan dalam desain manusia dalam kehidupan dan lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang baik perlu mempertimbangkan 7 kriteria, yaitu: Pencahayaan, Kebisingan, Temperatur, Ventilasi, Getaran, Radiasi dan Warna. CV. Adiputra Manunggal Inti Karet merupakan perusahaan manufaktur yang baru berdiri. Dalam rangka menciptakan sistem kerja yang baik, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan lingkungan ketja, yang berpengaruh terhadap kesehatan & keselamatan kelja dan performansi operator yang kemudian akan berdampak kepada produktivitas perusahaan. Berdasarkan data yang diperoleh pada saat uji coba mesin, diketahui bahwa intensitas Suara, Temperatur dan Kelembaban yang terukur di dalam ruangan ketiga stasiun kelja tersebut berada di luar Nilai Ambang Batas yang diizinkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Mentri maupun berdasarkan literatur yang diambil dari OSHA (Occupational Safety and Health Administration). Pengendalian terhadap beberapa kriteria perlu dilakukan untuk meredam hasil pengukuran agar berada di dalam Nilai Ambang Batas yang direkomendasikan, oleb karena itu dilakukan perancangan terhadap pencahayaan, kebisingan, temperatur dan kelambaban yang didukung dengan menggunakan beberapa Alat Pelindung diri. Hasil rancangan lingkungan kerja antara lain: a. SK Penimbangan : digunakan cahaya lampu jlouresens (TL) berdaya 65 watt yang diletakan di langit langit ruangan. Kebisingan yang dibasilkan mesin open milling dikurangi dengan penggunaan ear yang dapat menurunkan tingkat kebisingan sebesar 25 dB. Temperature dan Kelembaban dikendalikan dengan pemasangan exhous fan pada ventilasi udara agar sirkulasi udara mengalir dengan baik, selain itu juga mengurangi kadar debu pada udara yang disebabkan karena material bahan penunjang yang kebanyakan berbentuk serbuk. b. SK Penggilingan : digunakan cahaya lampu jlouresens (TL) berdaya 20 watt yang diletakan di kanan mesin sehingga dapat menerangi seluruh bagian mesin. Kebisingan yang dihasilkan mesin open milling dikurangi dengan penggunaan ear plug yang terbuat dari bahan busa polyurethane yang tidak menyebabkan iritasi. Temperature dan Kelembaban dikendalikan dengan pemasangan kipas an gin dan exhous jan pada ventilasi udara agar sirkulasi udara mengalir dengan baik, selain itu juga mengurangi kadar debu pada udara. c. SK Pemeriksaan & Pengemasan : digunakan cahaya lampu jlouresens (TL) berdaya 65 watt yang diletakan di langit-langit ruangan. Kebisingan yang dihasilkan mesin open milling dikurangi dengan penggunaan ear plugyang terbuat dari bahan busapolyurelhane yang tidak menyebabkan iritasi. Temperature dan Kelembaban dikendalikan deogan pemasangan exhous fan pada ventilasi udara agar sirkulasi udara mengalir dengan baik, selain itu juga mengurangi kadar debu pada udara yang disebabkan karena material bahan penunjang yang kebanyakan berbentuk serbuk. Alat Pelindung Diri yang diusulkan antara lain: - Tutup kepala, - Spectacles, - Sumbat telinga (ear plug), - Masker, - Sarung tangan, - Pakaian kelja, (overalls)