// <![CDATA[ANALISIS PERSEPSI DAN EKSPEKTASI PASIEN RAW AT INAP UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN (Studi Kasus di Rumah Sakit Islam AI-Ihsan Bandung)]]> Ir. Lisye Fitria, M.T. Dosen Pembimbing 2 Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 RADEN ARDIAN / 13-2000.010 Penulis
Rumah sakit memiliki dua fungsi, yaitu fungsi sosial dan fungst finansial. Rumah sakit sebagai fungsi sosial memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada siapapun yang membutuhkan. Sedangkan sebagai fungsi finansial rumah sakit harus dapat menghasilkan dana untuk dapat bertahan dan berkembang Dalam menjalankan kedua fungsi tersebut. Rumah Sakit Jslam Al-Ihsan harus memberikan peJayanan yang dapat memuaskan pasien. Suatu pelayanan dikatakan memuaskan pasien bila tingkat persepsi (kepuasan) pasien melebihi tingkat ekspektasinya akan suatu pelayanan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Islam Al-lhsan dtlakukan analisis persepsi dan ekspektasi pasien. Penelitian mengenai tingkat kepuasan ini dilakukan pada bagran rawat inap (Ruang 11 A), yang mempakan penyumbang terbesar bagi pendapatan Rumah Saklt Islam Al-lhsan. Untuk mengetahur tingkat kepuasan pasien digunakan Model Parasuraman. Model ini terdiri dari lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu Tangible, Reliability, Assurance, Responsiveness, dan empathy. Melalui lima dimensi tersebut diidenttfikasikan 34 variabel kualitas pelayanan pada bagtan rawat map. Ke-34 variabel kualitas pelayanan ini akan menjadi item penyataan dalam kuesioner tentang persepsi dan ekspektasi pasien atas pelayanan yang diberikan rumah sakit. Untuk mengolah data mentah hasil penyebaran kuesioner, digunakan Analists Faktor dan Diagram Performance-Importance. Analisis Faktor digunakan untuk mereduksi variabel pelayanan sehingga didapat jumlah variabel pelayanan yang lebih kecil. untuk memudahkan dalam proses analisis. Dengan Analisis Faktor terjadi pengurangan sebanyak 10 variabel pelayanan Setelah itu digunakan Diagram Performance-lmportance untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien atas pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit. Variabel-variabel kualitas pelayanan hanya menempati Kuadran I ( Concentrate here) dan Kuadran ll (Keep up the good work. Pada Kundran I prioritas pertama perbaikan adalah Variabel 19, yaitu proses penginfusan yang tidak menimbulkan bengkak. Sedangkan pada Kuadran II, prioritas penyempurnaan yang pertama adalah Variabel 28, yaitu tersedianya dokter Jaga 24 Jam. Penentuan prioritas perbaikan ini dilakukan dengan melihat selisih antara mean persepsi pasien dan mean ekspektasi pasien. Selisih mean dengan nilat negatif terbesar mendapat prioritas perbaikan yang pertama. Dalam melakukan perbaikan atau penyempumaan, Rumah Sakit Islam Al-lhsan harus mendahulukan perbaikan pada Variabel pelayanan yang menempati Kuadran I sebelum melakukan perbaikan pada variabel pelayanan yang menempatr Kuadran II.