USULAN PEMILIHAN SUPPLIER JASA (KONTRAKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN METODA PROMETHEE (Studi kasus pada proyek Braga City Walk)
Pengambilan keputusan mengenai pemilihan kontraktor untuk proyek Braga City Walk termasuk dalarn pengambilan keputusan kriteria majemuk sehingga terkadang sulit menghasilkan pilihan yang relatif objektif. Hal itu terjadi, karena akan muncul beberapa faktor atau kriteria pemilihan yang sulit dikuantifikasi sehingga menyebabkan semakin sulitnya untuk membuat perbandingan antara setiap kontraktor. Oleh karena itu, hal tersebut dapat menyebabkan subyektivitas dalam pemilihan. Selain itu, kemungkinan terdapat juga beberapa kriteria yang bersifat strictly conflicting, yaitu jika terjadi peningkatan kepuasan pada suatu kriteria maka akan menyebabkan penurunan kepuasan pada kriteria lainnya. Sehingga permasalahannya adalah bagaimana keputusan yang diambil dapat menjaga keseimbangan terhadap kepuasan pada kriteria-kriteria
yang bersifat strictly conjlicting dan bagaimana pula cara mengeliminir pandangan-pandanga yang bersifat subyektif dalam menentukan suatu pilihan.
Berdasarkan kondisi permasalahan diatas maka dipilih suatu alat pendukung keputusan dengan menggunakan metoda multi criteria decision making yaitu PROMETHEE (Preference Ranking Organization for Enrichment Evaluation) yaitu suatu metoda pengambilan keputusan untuk kriteria majemuk yang menekankan pada kesederhanaan, kejelasan dan kestabilan. Adapun dalam penentuan kriteria-kriteria pengambilan keputusan dan besar bobot masing-masing kriteria digunakan metoda Delphi yang merupakan model modifikasi dari teknik brainwriting dan survey. Metoda Delphi merupakan metoda yang menyelaraskan proses komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks. Para pengambil keputusan sekaligus responden pada metoda Delphi dilakukan oleh pihak BITA dan jumlah kontraktor yang rnemberikan penawaran kontrak kerja ada empat, yaitu: AI, A2. A3 dan A4. Penentuan kriteria-kriteria pemilihan dengan metoda Delphi menghasilkan 7 kriteria pngambilan keputusan disertai besar bobotnya, yaitu: harga penawaran (24%), total waktu penyelesaian (19%), pengalaman personel pada proyek yang sejenis (13%), kondisi peraJatan (10%), metoda kerja (16%), reputasi perusahaan (13%), dan network (5%).
Pada metoda PROMETHEE, dilakukan pembentukan struktur preferensi dengan mengategorikan 7 kriteria tersebut ke dalam tipe geoeraJisasi kriteria, yaito: harga penawaran (tipe V), total waktu penyelesaian (tipe III), pengalaman personel pada proyek yang sejenis (tipe I), kondisi peralatan (tipe IV), metoda kerja (tipe IV), reputasi perusahaan (tipe IV), dan network (tipe II). Berdasarkan pengambilan keputusan dengan menggunakan metoda PROMETHEE 1, diperoleh
bahwa terdapat satu bentuk hubungan antar alternatif yang tidak dapat dibandingkan (incomparable) yaitu A2 dan A3. Untuk mengatasi bentuk hubungan antar altematif yang incomparable tersebut, maka pengambilan keputusan dilanjutkan dengan mengguoakan metoda
PROMETHEE II sehingga diperoleh bentuk hubungan setiap altematif yang dapat dibandingkan (comparable). Berdasarkan basil akhir perhitungan PROMETHEE II maka diperoleh bahwa A3 sebagai kontraktor terpilih dari 4 kontraktor yang mengikuti tender. Adapun urutan prioritas altematif berdasarkan ranking tertinggi adalah sebagai berikut: A3 - A2- A 1 - A4.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).USULAN PEMILIHAN SUPPLIER JASA (KONTRAKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN METODA PROMETHEE (Studi kasus pada proyek Braga City Walk) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PEMILIHAN SUPPLIER JASA (KONTRAKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN METODA PROMETHEE (Studi kasus pada proyek Braga City Walk) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.USULAN PEMILIHAN SUPPLIER JASA (KONTRAKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN METODA PROMETHEE (Studi kasus pada proyek Braga City Walk) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.USULAN PEMILIHAN SUPPLIER JASA (KONTRAKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN METODA PROMETHEE (Studi kasus pada proyek Braga City Walk) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text