USULAN PERBAIKAN RENCANA PEMASARAN CIRCLE K (Studi kasus Circle-K di Kota Bandung)
Circle-K merupakan bisnis waralaba dari Amerika Serikat yang bergerak di bidang toserba. Saat ini, konsumen sangat selektif dan kritis dalam memilih sesuai dengan kebutuhannya. Agar dapat bertahan dan tumbuh berkembang, Circle-K Bandung harus mampu mengimbangi persaingan yang ketat dari toserba-toserba lainnya. Untuk itu, sudah selayaknya rencana pemasaran yang digunakan Circle-K Bandung dan telah berjalan selama kurang lebih dua tahun ini dievaluasi.
Evaluasi rencana pemasaran yang dilakukan adalah dengan melakukan penlaian terhada rencana pemasaran Circle K Bandung ditinjau dari tiga pihak responden, yaitu pihak konsumen, karyawan, dan manajemen. Hasilnya kemudia dianalisis kesuaiannya terhadap hasil penjabaran rencana pemasaran Circle K Bandug yang disusun berdasarkan gabungan dari garis besar rencana pemasaran Linda Pinson (2005) dan rencana pemasaran Kotler (1994). Proses penjabaran tersebut berisi atribut-atribut rencana pemasaran yang digunakan Circle K Bandung saat ini terdiri atas analisis pasar, taktik pemasaran dan -pelayanan pelanggan dari Circle K Bandung. Setelah tersusunnya atribut-atribut rencana pemasaran, maka dilakukan penyusunan kuesioner persepsi pihakresponden terhadap variable-variabel yang memperlihatkan rencana pemasaran Circle K Bandung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mebuat usulan perbaikan terhadaprencan pemasaran yang merupakan salah satu bagian dari rencana bisns Circle K Bandung sebagai langkah awal dalam proses adaptasi terhadap keadaan pasar sebenarnya.
Tahap pengolahan dara dari kuesioner untuk perseps dari pihak konsumen, karyawan dan manajemen diambil nilai modus dan rata-rata. Dari nilai rata-rata yang didapat kemudian diambil selisihnya untuk setiap pernyataan, yaitu antara persepsi konsumen terhadap persepsi manajemen, persepsi karyawan terhadap persepsi manajemen, dan persepsi konsumen terhadap persepsi karyawan.
Proses analisis dilakukan terhadap dua langkah, yaitu menganalisis nilai selisih rata-rata dan menganalisis kesesuaian karakteristik demografi dan perilaku konsumen, persepsi konsumen, persepsi karyawan, persepsi manajemen terhadap rencana pemasaran Circle K Bandung. Dala proses analisis nilai rata-rata, analisis dilakukan hanya pada nilai selisih rata-rata yang negative saja atau padaitem-item yang harusdiperbaiki saja. Usulan-usulan perbaikan dan analisis nilai selisih rata-rata diatas akan menjadi acuan dalam penentuan usulan perbaikan bagi analisis selanjutnya.
Pada analisis yang kedua, ada tiga proses yang harus dilakukan. Pertama, melakukan analisis karakteristik demografi dan perilaku konsumen. Kedua, melakukan analisis rencan bisnis Circle K tahun 2003 terhada persepsi konsumen, persepsi karyawan dan persepsi manajemen. Terakhir, melakukan langkah-langkah usulan perbaikan yang dapat mempertahankan ataupun menaikan rencana rencana pemasaran Circle K Bandung yang tercantum dalam atribut-atribur pernyataan dengan mempertimbangkan usulan-usulan perbaikan dari analisis selisih rata-rata dan masukan-masukan dari responden ketika penelitian sedang berlangsung tanpa keluar dari jalur bisnis perusahaan.
Adapun hasil dari penelitian tugas akhir ini adalah target konsumen Circle K Bandung lebih banyakberasal dari kalangan menengah. Tidak ada keluhan yang berarti dai ketiga pihak responden mengenai strategi penetapan citra, harga, differensiasi dan lokasi dari gerai toko maupun pelayanan pelanggan yang diberikan Circle K Bandun terhadapkonsumennya. Terakhir, perlunya penyesuaian terhadap jenis dan macam produk yang dijual yang sesuai dengan minat konsumen Circle K Bandung.
Usulan perbaikan dalam penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut. Pertama, agar pasar sasaran dapat tercapai dengan lebih baik lagi, maka diperlukan suatu penyesuaian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Circle K Bandung, terutama mengenai jenis dan merek produk yang dijual di Circle K Bandung. Kedua, agar faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung toko maupun karyawan Circle K Bandung sendiri terjaga dengan baik, maka fasilitas dan peralatan yang dimiliki Circle K Bandung harus dijaga dan dirawat dengan baik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).USULAN PERBAIKAN RENCANA PEMASARAN CIRCLE K (Studi kasus Circle-K di Kota Bandung) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN RENCANA PEMASARAN CIRCLE K (Studi kasus Circle-K di Kota Bandung) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN RENCANA PEMASARAN CIRCLE K (Studi kasus Circle-K di Kota Bandung) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN RENCANA PEMASARAN CIRCLE K (Studi kasus Circle-K di Kota Bandung) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text